Merahputih.com - Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 pada Sabtu (25/4) Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 8.607 orang.
"Penambahan pada pasien positif sebanyak 396 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4).
Baca Juga
Ketidakkompakan Instansi Pemerintah Tangani COVID-19 Buat Masyarakat Jadi Korban
Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 40 pasien menjadi 10.042 yang sembuh. "COVID-19 bisa sembuh dan ini memotivasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.
Dan meninggal dunia bertambah 31 orang menjadi 720 papsien yang meninggal. "Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif covid-19. Optimisme kita perlukan ," ucapnya.
Yuri mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan covid. Sebab banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.
"Tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung," jelas Yurianto.
"Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya.
Dia masyarakat mencegah adanya kerumunan dan penumpukan orang. Selain itu, masyarakat juga diminta tak menyentuh terlalu lama orang yang rentan seperti orang tua dan sakit karena penularan bisa lebih cepat.
Baca Juga
MUI Wajibkan Zakat, Infak dan Sedekah Digunakan untuk Penanggulangan COVID-19
"Karena lenularan tidak langsung melalui kontak tangan ini sangat besar pengaruhnyam lakukan sering-sering cuci tangan dan hindari terlalu banyak memegang tubuh," jelas Yurianto.
Ia mengingatkan soal adanya ancaman demam berdarah yang bisa terjadi kapapun. "Bersihkan rumah, bersihkan sarang nyamuk. Lindungi yang sakit, sehat dan lindungi masayarakat kita. Kita bisa," jelas Yurianto. (Knu)