Merahputih.com – Jawa Timur keluar sebagai Juara Umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 setelah mengumpulkan 10 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu.
Dominasi tersebut sekaligus menegaskan keberhasilan pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus mengakhiri persaingan ketat dengan sejumlah provinsi yang selama ini menjadi kekuatan utama woodball nasional.
Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, mengapresiasi pencapaian Jawa Timur yang dinilainya lahir dari proses pembinaan yang konsisten dan ekosistem kompetisi yang sehat.
“Mereka juga rutin menggelar kompetisi sehingga atlet-atletnya memiliki jam terbang yang tinggi. Dalam olahraga, semakin sering atlet bertanding, maka kualitas dan prestasinya akan semakin berkembang,” ujar Aang dalam keterangannya.
Warna Baru di Kejurnas
Menurut Aang, Kejurnas tahun ini juga menghadirkan warna baru dalam peta persaingan nasional.
Baca juga:
Kejurnas Woodball 2026 Resmi Dibuka, Catat Rekor 223 Atlet dari 16 Provinsi
Selain Jawa Timur yang tampil dominan, sejumlah provinsi lain menunjukkan peningkatan prestasi, termasuk DKI Jakarta yang berhasil menciptakan final sesama atlet DKI di dua nomor pertandingan kategori fairway.
Aang menilai hal tersebut menjadi indikator positif bahwa pembinaan woodball kini semakin merata di berbagai daerah.
Kami sangat senang melihat semakin banyak daerah yang mampu bersaing. Ini menunjukkan pembinaan tidak lagi terpusat di beberapa provinsi saja. Kompetisi nasional menjadi semakin kompetitif dan pada akhirnya akan memperkuat kualitas tim nasional Indonesia,
kata Aang Sunadji.
Tak hanya melahirkan juara, Kejurnas Woodball 2026 juga menjadi panggung bagi regenerasi atlet.
Kehadiran kategori kelompok umur mendapat sambutan luar biasa dari peserta maupun keluarga atlet, sekaligus menjadi bagian dari strategi IWBA untuk memperluas basis pembinaan sejak usia dini.
Hasil Kejurnas akan menjadi salah satu bahan evaluasi tim pelatih nasional dalam menentukan komposisi atlet yang akan mewakili Indonesia pada World Cup Woodball 2026 di Malaysia. IWBA menargetkan mengirim atlet-atlet yang memiliki peluang terbaik untuk meraih prestasi di tingkat internasional.
Baca juga:
Dengan antusiasme yang terus meningkat dan semakin banyak daerah yang berkembang, saya optimistis woodball Indonesia akan terus tumbuh, melahirkan atlet-atlet baru, dan mampu bersaing di level dunia,
jelas Aang.
Penyelenggaraan Terbesar dalam Sejarah
Kejurnas Woodball 2026 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah Indonesia Woodball Association (IWbA). Sebanyak 223 atlet dari 16 provinsi bersaing pada 14 nomor prestasi serta kategori pembinaan KU-12, KU-15, dan KU-18.
Selain memperebutkan gelar juara nasional, ajang ini juga menjadi salah satu parameter penting dalam proses pembentukan tim Indonesia menuju World Cup Woodball 2026 di Malaysia.
Persaingan perebutan gelar juara umum berlangsung sengit hingga hari terakhir. Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan raihan 7 emas, 9 perak, dan 10 perunggu, disusul Banten di peringkat ketiga dengan 3 emas.
Bali berada di posisi keempat dengan 2 emas, 2 perak, dan 5 perunggu, sementara DKI Jakarta melengkapi lima besar setelah mengoleksi 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. (Knu)

