Tak Hentinya, Anggota KPPS yang Meninggal Terus Bertambah
Selasa, 30 April 2019 -
MerahPutih.com - Anggota KPPS di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur terus berguguran akibat kelelahan selama menjalankan tugas mengawal proses demokrasi pada Pemilu 17 April 2019.
"Hingga saat ini sudah tercatat tiga anggota KPPS meninggal dunia akibat kelelahan saat mengawal proses demokrasi dalam pemilu 2019," kata juru bicara KPU Kabupaten Kupang, Johanis Tunbonatseperti dilansir Antara, Senin (29/4).
Ia mengatakan, sebelumnya terdapat dua yang meninggal yaitu Ketua KPPS di Kecamatan Amfoang Utara serta satu anggota PPS di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan. Keduanya meninggal sehari sebelum pelaksanaan pemungutan pemilu serentak 17 April 2019 berlangsung.
Ketua KPPS di Kecamatan Amfoang Utara meninggal 16 April setelah melakukam Bimtek terhadap PPS setempat, sedangkan anggota PPS di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan bernama Yahya Dominikus Ora, meninggal dunia saat bersama warga membangun tempat pemungutan suara (TPS).
Nasib yang sama juga dialami Ketua KPPS Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Marice (38) meninggal pada Minggu (26/4) setelah sebelumnya jatuh pingsan saat berlangsunya ratap pleno penghitungan surat suara di daerah itu.
Menurut Joahnis Tunbonat, korban meninggal setelah sempat dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Naibonat.
Johanis Tunbonat juga mengatakan, salah satu anggota PPS di Desa Bonmuti, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang bernama Naomi Aswat, dilaporkan mengalami keguguran kandungan karena kelelahan dalam kegiatan pleno pemungutan suara.
"Korban mengalami keguguran kandungan dan sedang dalam perawatan petugas medis," kata Johanis Tunbonat.
Sedangkan anggota PPS dari Desa Nekamese, Kecamatan Nekamese sudah mulai pulih setelah mendapat perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kota Kupang.
Dia mengatakan, KPU Kabupaten Kupang telah melaporkan tentang meninggalnya tiga petugas PPS dalam kegiatan pemilu serentak 2019.
"Termasuk dua petugas PPS yang dalam kondisi sakit juga sudah kami laporkan ke KPU Provinsi untuk disampaikan ke KPU Pusat. Kita berharap para korban ini mendapat bantuan dari pemerintah pusat," kata Johanis Tunbinat. (*)
Baca Juga: KPU: Petugas KPPS yang Meninggal Dunia Capai 272 Orang