MerahPutih.com - Kasus penganiayaan yang dialami Taft Sehat (38), wartawan Harian International Media, Senin (11/12) sore di kantor PU Kota Jambi mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan LSM, media elektronik, dan media cetak.
Bahkan kali ini tanggapan keras dilontarkan Sony Zainul SH, anggota DPRD Kota Jambi. Menurutnya, Kadis PU harus bertanggung jawab atas peristiwa penganiayaan tersebut.
"Sangat saya sayangkan peristiwa ini, dan kepala dinas harus bertanggung jawab, agar peristiwa main pukul tidak terulang di instansi mana saja," tegas politisi partai Hanura ini.
Lebih lanjutkan, Sony mengatakan, seharusnya sebagai corong informasi ke publik, kita harus menghargai profesional wartawan dan tidak boleh disambut dengan kasar apalagi sampai terjadi penganiayaan. Di era globalisasi ini, sudah tak ada lagi tempat bagi pejabat-pejabat yang arogan, apalagi menempatkan tukang pukul di instansinya.
"Wartawan itu dalam menjalankan tugasnya dilindungi undang-undang. Jadi jika terjadi penganiayaan saat wartawan menjalankan tugas, pelakunya bisa dijerat dengan undang-undang. Karena itu, kasus ini harus diusut tuntas dan pelaku penganiayaan harus diseret ke meja hijau," katanya.
Sementara Ketua DPRD Kota Jambi, M.Nasir saat dikonfirmasi via telepone meski nadanya masuk, beberapa saat kemudian ponsel mati. Beberapa kali dihubungi namun tak menjawab.
Sementara itu Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Herri Novealdi saat dikonfirmasi sangat menyayangkan ada aksi main pukul tersebut. Seharusnya bagi semua pihak yang bekerja di instansi pemerintah selayaknya memberi pelayanan yang baik, bukan justru timbul peristiwa seperti ini.
Untuk proses hukumnya, peristiwa ini harus diusut tuntas supaya jelas benar salahnya apa. Selanjutnya kepada semua pihak kita berharap turut mendorong kasus ini diusut tuntas.
"Jangan ada istilah damai, demi berjalannya proses hukum," tegasnya. (*)