MerahPutih.com - Sebanyak 108 siswa SDII Al Abidin Solo mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Mereka mengalami keracunan, seperti mual, pusing, sakit perut, hingga muntah.
Akibat kejadian tersebut, para siswa pun harus menjalani pemeriksaan. Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo mengambil sampel sejumlah makanan di sekolah, baik kantin dan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencari tahu penyebabnya.
Baca juga:
DPR Nilai Putusan MK Jadi Momentum Benahi Tata Kelola Anggaran MBG
Siswa SDII Al Abidin Solo Diduga Keracunan MBG
Ketua Komisi IV DPRD Solo, Sugeng Riyanto mengatakan, kejadian keracunan massal tersebut terjadi pada Selasa (28/7). Namun, DPRD Solo baru mengetahui kejadian tersebut pada Jumat (31/7).
Kasus ini terungkap saat cucu saya menjadi korban. Dan langsung mendatangi sekolah dan benar terjadi 108 siswa keracunan.
ujar Sugeng, Minggu (2/8)
Ia menyebutkan, siswa mengonsumsi menu MBG di pagi hari, kemudian mengalami mual pada siang hari. Salah satu siswa bahkan sempat muntah-muntah di sekolah.
Sugeng pun berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Satgas MBG Kota Solo.
Baca juga:
2.000 Lebih SPPG Masih Dibekukan, Terlibat Mark Up Hingga Kasus Keracunan Makanan
“Penyebab keracunan belum dapat dipastikan sebab saat investigasi ditemukan sejumlah hal. Karena agak random, situasinya," ucap dia.
Ia mengatakan, terdapat tiga kemungkinan penyebab keracunan yang kini masih dalam tahap penyelidikan. Penyebabnya bisa dikarenakan MBG, makanan di kantin, atau minuman galon di sekolah.
“Ada yang mengonsumsi MBG tapi enggak apa-apa. Tapi dia jajan di kantin. Ada yang jajan di kantin dan mengonsumsi, tidak mengkonsumsi MBG kena juga," terangnya.
Dinkes Solo Tunggu Hasil Uji Lab Sampel MBG
Dinkes Solo, kata dia, kemudian mengambil sampling. Hasil uji lab akan keluar pada pekan depan. Pihaknya juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek langsung kondisi kantin dan peluang terjadinya keracunan.
“Kita tunggu hasilnya. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, keracunan tidak langsung terjadi secara serentak. Ada yang mual sore hari dan malam," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Solo, Dwi Ariyatno mengungkapkan, pihaknya telah melakukan investigasi terkait kasus keracunan ini.
Baca juga:
Penggugat Nilai Putusan MK Pertegas Pemisahan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan
Lalu, termasuk kemungkinan apakah keracunan disebabkan MBG, makanan kantin, atau air minum sekolah.
"Investigasi dan uji laboratorium kesehatan sampel makanan, baik dari kantin maupun dari sekolahan, termasuk dari MBG telah dilakukan. Kita tunggu hasilnya,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)