Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 (kiri) berlayar bersama KRI Brawijaya-320 (kedua kanan) dan KRI Prabu Siliwangi-321 di Perairan Bangka, Kamis (17/9/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perairan Bangka di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I menjadi saksi bisu sejarah baru militer Nusantara.

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 hibah dari militer Italia resmi memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia dengan kawalan penuh armada tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Baca juga:

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Sudah Masuk Laut NKRI, Besok Sandar di Tanjung Priok

Giuseppe Garibaldi yang awalnya akan diberi nama KRI Gajah Mada kemudian diganti lagi menjadi KRI Sriwijaya itu nantinya akan menjalani perubahan resmi kepemilikan dari militer Italia ke TNI AL saat upacara serah terima militer di Jakarta.

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 (kiri) berlayar bersama KRI Prabu Siliwangi-321 (kanan) di Perairan Bangka, Bangka Belitung, Kamis (17/9/2026). KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dua Helikopter AS565 Panther, pesawat Cassa NC212 dan CN-235 TNI AL turut serta dalam penyambutan dan pengawalan kapal induk AL Italia, ITS Giuseppe Garibaldi-551 yang dihibahkan kepada TNI AL saat memasuki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Formasi Militer Giuseppe Garibaldi Diapit 2 KRI

Penyambutan militer armada raksasa buatan galangan Fincantieri Italia itu di tengah kawasan laut Bangka berlangsung megah dan khidmat. Dikutip dari Antara, Kamis (17/9) kapal induk Giuseppe Garibaldi yang nantinya akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya berada di tengah-tengah pusat formasi.

Kapal induk pertama Indonesia itu berlayar dikawal ketat dua kapal perang canggih TNI AL. KRI Brawijaya-320 di lambung kiri dan KRI Prabu Siliwangi-321 di lambung kanan.

Guna menegaskan kedaulatan nasional di jalur maritim strategis tersebut, kedua KRI pengawal mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar di tiang utama. Giuseppe Garibaldi sendiri masih mengibarkan bendera kebangsaan Italia.

Baca juga:

KRI Sriwijaya Kapal Induk Pertama Indonesia Punya 310 Awak, Saat Ini Lagi Digembleng

Parade Udara dan Geladak Sambut Kapal Induk Perdana

Suasana di atas geladak landasan pacu kapal induk tampak megah saat ratusan prajurit TNI AL berdiri sejajar bersama personel Angkatan Laut Italia untuk menggelar peran parade penghormatan sepanjang pelayaran menembus gelombang perairan Bangka.

Tak hanya mengandalkan armada laut, Korps Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) turut mengudara mengawal pergerakan sang raksasa dengan menerjunkan dua helikopter AS565 Panther serta dua pesawat patroli maritim CN-235 dan NC-212.

Penyatuan kekuatan udara dan laut ini membuktikan kesiapan alih teknologi alutsista tempur utama buatan Italia yang telah teruji keandalan operasionalnya selama puluhan tahun di kawasan laut Mediterania.


Prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Italia melakukan peran parade di atas geladak kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 saat berlayar di Perairan Bangka, Kamis (17/9/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Fakta Menarik Kapal Induk Pertama RI

  • Kapal Induk Pertama: ITS Giuseppe Garibaldi-551 resmi menjadi kapal induk pertama yang dimiliki oleh TNI AL dalam sejarah Republik Indonesia.

  • Skema Hibah: Kapal perang multifungsi ini merupakan hibah resmi dari Angkatan Laut Italia yang diproduksi oleh produsen kapal terkemuka dunia, Fincantieri.

  • Pengawalan Ketat: Pergerakan kapal di ALKI I didampingi langsung oleh KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, helikopter AS565 Panther, serta pesawat udara CN-235 dan NC-212.

  • Prosesi Parade: Prajurit gabungan TNI AL dan AL Italia menggelar peran parade di atas geladak sebagai simbol penghormatan dan kerja sama pertahanan antarnegara.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi dijadwalkan bakal bersandar secara resmi di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (18/9) esok, disambut langsung jajaran pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan RI.

#Kapal Induk Tni Al #TNI AL #Alutsista
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Serbuk Emas Rp 2,9 Miliar, Disembunyikan di Tubuh WNA India
Modus pelaku sebuk emas dimasukan dalam tubuh pelaku. Serbuk emas tersebut dikemas ke dalam tiga buah alat kontrasepsi, kemudian dimasukkan ke dalam tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Serbuk Emas Rp 2,9 Miliar, Disembunyikan di Tubuh WNA India
Indonesia
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penguatan alutsista TNI mencakup jet tempur Rafale, pesawat A400M, fregat, helikopter, dan kendaraan amfibi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Indonesia
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Korps Marinir tidak menjelaskan secara detail terkait proses pembangunan Batalyon Snipper dan lokasi penempatannya dan tidak menjelaskan secara rinci soal jumlah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Indonesia
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Sebanyak 752 prajurit TNI AL resmi menyandang baret ungu Korps Marinir usai jalan kaki 350 km dalam Pendidikan Komando Angkatan ke-180 di Malang!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Jalan Kaki Belasan Hari Tembus Medan 350 KM, 752 Prajurit Lulus Baret Ungu Marinir Angkatan ke-180
Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, ini Spesifikasi Lengkapnya
Kehadiran kapal ini merupakan wujud modernisasi alutsista dan pusat komando operasi laut.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, ini Spesifikasi Lengkapnya
Indonesia
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap menjalankan tugas negara. TNI AL juga menyiapkan rencana retrofit kapal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
Indonesia
KRI Sriwijaya-100, Nama yang Dipilih untuk Menghidupkan Kembali Kejayaan Maritim Nusantara
KSAL Laksamana Muhammad Ali mengungkap alasan ITS Giuseppe Garibaldi diberi nama KRI Sriwijaya-100 dan harapan di balik penamaan tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100, Nama yang Dipilih untuk Menghidupkan Kembali Kejayaan Maritim Nusantara
Bagikan