MERAHPUTIH.COM - VOKALIS Kangen Band Andika Mahesa buka suara mengenai konflik internal yang kembali mencuat di tubuh grup tersebut. Di tengah polemik yang sempat memunculkan kabar pembubaran band, Andika menilai nama Kangen Band semestinya menjadi milik bersama seluruh personel yang sejak awal membangun grup tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Andika setelah gitaris Kangen Band, Dodhy, mengumumkan pembubaran grup melalui akun media sosial pribadinya pada 12 September 2026. Pengumuman tersebut kemudian memunculkan pembahasan mengenai status band, termasuk persoalan kepemilikan nama.
Andika berharap persoalan tersebut dapat dibicarakan secara terbuka bersama seluruh personel. Menurutnya, karena Kangen Band dibangun melalui perjalanan bersama, status kepemilikan nama juga sebaiknya disepakati dan memiliki kejelasan secara hukum.
"Saya minta sih ada keinginan sama Dodhy itu manajemennya menyampaikan bagaimana caranya band ini kan kita bangun dengan sama-sama. Bagaimana kita harus panggil notaris, nama band ini bersama-sama. Jadi band ini namanya Kangen Band ini dipunyai Tama, Andika, Izzy, Bebe, Dodhy, gitu kan sama-sama," jelas Andika saat dimintai konfirmasi awak media secara daring pada Rabu, 16 September 2026.
Baca juga:
Kangen Band Batal Bubar, Dodhy Ungkap Alasan Pilih Lanjutkan Perjalanan
Menurut Andika, persoalan yang terjadi di antara personel tidak semestinya langsung diselesaikan dengan keputusan membubarkan band. Ia berharap seluruh pihak dapat terlebih dahulu duduk bersama untuk mencari jalan keluar.
"Jadi tidak ada kata misalnya kayak ada masalah sedikit, bubar. Itu kan enggak etis juga. Jadi itu jadi perundingan kita sama-sama. Sementara itu, sampai saat ini kan kita belum ketemu sama Dodhy," lanjutnya.
Andika tak Tahu Status HaKI Kangen Band
Selain konflik internal, Andika turut mempertanyakan status legalitas nama Kangen Band. Saat ditanya mengenai kemungkinan nama tersebut telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), ia mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai status pendaftarannya.
Andika menjelaskan, sejak awal perjalanan Kangen Band, para personel lebih melihat hubungan mereka sebagai sebuah persaudaraan. Karena itu, pembahasan mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), termasuk kepemilikan nama band, tidak menjadi perhatian utama.
"Kalau masalah di HaKI kan seharusnya sama-sama tahu gitu. Tapi saya enggak tahu sih sejauh ini, karena merasa ya kami saudara gitu lho, kami teman. Untuk apa ada HaKI gitu. Tapi kalau ada yang daftarin nanti, ya kita lihat nanti ya," ungkap Andika.
Bagi Andika, persoalan mengenai nama band seharusnya tidak perlu menjadi alasan munculnya konflik yang lebih besar. Apabila pada akhirnya ada personel yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan bersama, ia berharap keputusan tersebut tetap dapat ditempuh melalui pembicaraan yang baik.
"Kalau saya kan prinsipnya persaudaraan. Kalau memang sudah tidak ada yang memang bisa baik-baik, ya menurut saya kan bisa apa, melepaskan secara baik-baiklah. Karena kan kita awalnya saudara nih, untuk apa masih ribut masalah nama," lanjutnya.
Andika juga menyatakan ia terbuka jika ada personel yang sudah tidak merasa nyaman berada di dalam Kangen Band. Menurutnya, keputusan untuk mengundurkan diri dapat disampaikan secara terbuka sehingga tidak perlu berkembang menjadi persoalan yang berkepanjangan. "Kalau memang sudah enggak nyaman ada saya atau ada teman-teman saya atau siapa, enggak nyaman, ya boleh diungkapkan, diuraikan gitu. Saya tahu diri kok untuk pamit, pamit undur diri atau siapa yang pamit undur diri, saya tahu diri," ujar Andika.
Ia berharap persoalan yang kini terjadi tidak berujung pada konflik berkepanjangan, terutama terkait dengan penggunaan nama Kangen Band. Bagi Andika, nama tersebut merepresentasikan sebuah grup yang dibangun dan dijalani bersama oleh para personelnya.
"Ya, intinya Kangen Band ini bersama-sama. Kangen Band, berarti kan band ya, bukan perorangan gitu," tutup Andika Mahesa.(far)
Baca juga:
Kangen Band Mendadak Dibubarkan, Andika Mahesa Justru Mengaku Tak Tahu Apa yang Terjadi