Pemilik Gillette Stadium Setuju Donasi, Drama Konser Ed Sheeran Berakhir dengan Bantuan Kemanusiaan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 Pemilik Gillette Stadium Setuju Donasi, Drama Konser Ed Sheeran Berakhir dengan Bantuan Kemanusiaan

Macklemore keluar dari Tur Loop Ed Sheeran. (Foto: dok/kevin mtv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KONTROVERSI konser Loop Tour Ed Sheeran berakhir dengan saling tantang melakukan bantuan kemanusiaan. Pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, menyatakan setuju menyumbang sebesar USD 2 juta atau sekira Rp 35,5 miliar untuk aksi kemanusiaan. Kraft menyebut donasi itu ia berikan setelah Sheeran memintanya.

Kraft, yang juga pemilik tim NFL New England Patriots, mengatakan Sheeran memintanya menyumbangkan USD 2 juta untuk bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut setelah rapper Macklemore menantang Kraft melakukan hal serupa. Sebelumnya, Macklemore mengatakan akan menyumbangkan USD 1 juta kepada organisasi-organisasi Palestina dan menantang Kraft untuk menyamai donasinya.

Dalam pernyataannya pada Rabu (16/9), dikutip BBC, Kraft mengatakan Sheeran meneleponnya sebelum tantangan Macklemore disampaikan.

"Ed menelepon saya dan meminta saya berkomitmen menyumbangkan USD 2 juta untuk menyamai donasinya guna membantu mengatasi krisis kemanusiaan di kawasan tersebut," kata Kraft.

Kraft menambahkan Sheeran berencana menghubungi pemilik venue lainnya dengan tujuan bekerja sama untuk ‘membangun jembatan’.

Namun, Kraft tidak mengonfirmasi apakah ia telah menyetujui donasi USD 2 juta tersebut, termasuk kepada organisasi atau pihak mana dana itu akan disalurkan. Pernyataan Kraft juga menjadi kali pertama setelah klaim bahwa Sheeran telah menyumbangkan jumlah tersebut.

Sayangnya, hingga kini, Sheeran belum memberikan komentar mengenai donasi maupun rencana filantropinya.

Baca juga:

Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran



Cancel Macklemore atas Alasan Anti-Yahudi




Pernyataan Kraft merupakan yang kedua dikeluarkannya pekan ini terkait dengan kontroversi tur Sheeran di Amerika Serikat. Pada Senin, Kraft mengonfirmasi melarang Macklemore tampil sebagai artis pembuka dalam konser Sheeran di Gillette Stadium, dekat Boston.

Kraft, yang merupakan keturunan Yahudi, menuduh Macklemore menyampaikan ujaran kebencian dalam dua penampilan sebelumnya sebagai artis pembuka. Dalam sejumlah penampilannya, Macklemore menyerukan ‘free Palestine’, menyampaikan komentar terkait dengan konflik Gaza serta menampilkan gambar dari wilayah tersebut.

Macklemore juga membawakan lagu yang didedikasikan untuk demonstran pro-Palestina dan menyebut situasi di Gaza sebagai ‘genosida’, istilah yang ditolak Israel. Ia menegaskan kritik terhadap Israel tidak ditujukan kepada saudara-saudari Yahudi.

Keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur Sheeran pada Senin memicu kontroversi. Sejumlah artis yang dijadwalkan menjadi penampil pembuka kemudian mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas. Sheeran mengatakan keputusan mencoret Macklemore dibuat promotornya, Messina Touring Group, bukan olehnya.

Pihak promotor menyatakan Macklemore dicoret karena sejumlah venue, termasuk Gillette Stadium milik Kraft, tidak akan mengizinkannya tampil. Jika Macklemore tetap masuk daftar penampil, tur tersebut berpotensi dibatalkan.

Sheeran, yang pernah tampil di pernikahan Kraft pada 2022, mendapat kritik karena dianggap menerima keputusan tersebut.

Dalam pernyataannya pada Selasa, Sheeran mengatakan dirinya menghormati keteguhan Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang diyakininya. Ia juga menjelaskan ia tidak menggunakan platform pribadi untuk berpolitik, tetapi hal itu bukan berarti ia tidak peduli atau tidak mendukung berbagai tujuan kemanusiaan secara pribadi.

Sheeran mengatakan tidak ingin mengecewakan penggemar maupun kru dengan membatalkan tur yang dijadwalkan kembali berlangsung di Philadelphia, Pennsylvania, pada Sabtu (19/9).

Sejumlah musisi, termasuk Billy Bragg, sebelumnya menyeru kepada Sheeran agar membatalkan tur tersebut. Namun, pembatalan berpotensi membuat Sheeran dan promotornya menanggung biaya besar, termasuk sewa venue dan pengembalian uang tiket.

Baca juga:

Ed Sheeran Buka Suara soal Macklemore Keluar dari Loop Tour 2026, Pilih tak Bawa Politik



Tantangan Donasi



Dalam pernyataannya pada Rabu (16/9), Macklemore mengatakan akan menyumbangkan seluruh USD 1 juta pendapatan bersih yang diperolehnya dari Loop Tour Sheeran kepada enam organisasi Palestina. Ia mengatakan langkah tersebut bertujuan mengembalikan percakapan kepada pihak yang seharusnya menjadi pusat perhatian: rakyat Palestina.

Macklemore menyebut situasi tersebut sebagai ketidakadilan yang dibuat manusia dan mengatakan ia meyakini diperlukan perubahan politik segera.

Sementara itu, Kraft mengatakan ia telah mendukung berbagai upaya untuk menciptakan peluang bagi warga Palestina. Ia juga menyebut pernah membantu mempertemukan anak muda Palestina dan Israel untuk membangun bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan membangun hubungan.

"Saya mendedikasikan sebagian besar hidup saya untuk membangun jembatan di antara semua orang. Saya sangat percaya bahwa semua kehidupan layak dilindungi," ujar Kraft.

Kraft tidak mengatakan apakah dirinya telah menghubungi pemilik stadion lain untuk melarang Macklemore tampil, seperti yang sebelumnya diklaim rapper tersebut.

Kraft juga menuduh Macklemore memiliki sejarah yang lebih luas terkait retorika antisemit. Tuduhan itu dibantah Macklemore. Ia juga menuding rapper tersebut hanya membagikan informasi secara selektif dan mengabaikan tindakan Hamas.

Artis lain yang mundur dari tur Sheeran sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore antara lain Finneas, adik Billie Eilish, penyanyi Irlandia Aaron Rowe, band Denmark Lukas Graham, serta Beoga. Mereka menilai pencoretan Macklemore dapat menimbulkan efek mengerikan terhadap kebebasan berbicara.(dwi)

Baca juga:

Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran

#Ed Sheeran #Macklemore #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
ShowBiz
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Mengibaratkan kehidupan seperti permainan roulette, terus berputar tanpa pernah memberi kepastian mengenai kapan atau di mana putaran itu akan berhenti.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
ShowBiz
mpq Gandeng Nabila Hanina di Single 'Goodbye Everest', Buka Jalan untuk Perilisan Album Baru
mpq merilis 'Goodbye Everest (feat. Nabila Hanina)' sebagai single terakhir jelang album penuh kedua yang dijadwalkan hadir 23 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
mpq Gandeng Nabila Hanina di Single 'Goodbye Everest', Buka Jalan untuk Perilisan Album Baru
ShowBiz
Makna Lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles, tentang Hubungan yang Tak Harus Abadi
Simak makna lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles tentang hubungan yang tak harus berlangsung lama untuk menjadi sesuatu yang istimewa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Makna Lagu 'Coming Up Roses' Harry Styles, tentang Hubungan yang Tak Harus Abadi
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean, tentang Cinta dan Keinginan untuk Berkembang
Simak makna lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean tentang cinta, dukungan pasangan, impian, dan keinginan untuk berkembang sebagai individu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Makna Lirik Lagu 'Let Alone The One You Love' Olivia Dean, tentang Cinta dan Keinginan untuk Berkembang
ShowBiz
Menilik Cerita Cinta Sederhana dalam Lagu 'Malu Malu Lollypop' JKT48, Simak Lirikknya
Simak makna lagu 'Malu Malu Lollypop' JKT48, kisah cinta yang tumbuh diam-diam setelah seorang perempuan terpikat pada murid pindahan di bus sekolah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Menilik Cerita Cinta Sederhana dalam Lagu 'Malu Malu Lollypop' JKT48, Simak Lirikknya
Bagikan