MERAHPUTIH.COM — KONTROVERSI konser Loop Tour Ed Sheeran berakhir dengan saling tantang melakukan bantuan kemanusiaan. Pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, menyatakan setuju menyumbang sebesar USD 2 juta atau sekira Rp 35,5 miliar untuk aksi kemanusiaan. Kraft menyebut donasi itu ia berikan setelah Sheeran memintanya.
Kraft, yang juga pemilik tim NFL New England Patriots, mengatakan Sheeran memintanya menyumbangkan USD 2 juta untuk bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut setelah rapper Macklemore menantang Kraft melakukan hal serupa. Sebelumnya, Macklemore mengatakan akan menyumbangkan USD 1 juta kepada organisasi-organisasi Palestina dan menantang Kraft untuk menyamai donasinya.
Dalam pernyataannya pada Rabu (16/9), dikutip BBC, Kraft mengatakan Sheeran meneleponnya sebelum tantangan Macklemore disampaikan.
"Ed menelepon saya dan meminta saya berkomitmen menyumbangkan USD 2 juta untuk menyamai donasinya guna membantu mengatasi krisis kemanusiaan di kawasan tersebut," kata Kraft.
Kraft menambahkan Sheeran berencana menghubungi pemilik venue lainnya dengan tujuan bekerja sama untuk ‘membangun jembatan’.
Namun, Kraft tidak mengonfirmasi apakah ia telah menyetujui donasi USD 2 juta tersebut, termasuk kepada organisasi atau pihak mana dana itu akan disalurkan. Pernyataan Kraft juga menjadi kali pertama setelah klaim bahwa Sheeran telah menyumbangkan jumlah tersebut.
Sayangnya, hingga kini, Sheeran belum memberikan komentar mengenai donasi maupun rencana filantropinya.
Baca juga:
Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran
Cancel Macklemore atas Alasan Anti-Yahudi
Pernyataan Kraft merupakan yang kedua dikeluarkannya pekan ini terkait dengan kontroversi tur Sheeran di Amerika Serikat. Pada Senin, Kraft mengonfirmasi melarang Macklemore tampil sebagai artis pembuka dalam konser Sheeran di Gillette Stadium, dekat Boston.
Kraft, yang merupakan keturunan Yahudi, menuduh Macklemore menyampaikan ujaran kebencian dalam dua penampilan sebelumnya sebagai artis pembuka. Dalam sejumlah penampilannya, Macklemore menyerukan ‘free Palestine’, menyampaikan komentar terkait dengan konflik Gaza serta menampilkan gambar dari wilayah tersebut.
Macklemore juga membawakan lagu yang didedikasikan untuk demonstran pro-Palestina dan menyebut situasi di Gaza sebagai ‘genosida’, istilah yang ditolak Israel. Ia menegaskan kritik terhadap Israel tidak ditujukan kepada saudara-saudari Yahudi.
Keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur Sheeran pada Senin memicu kontroversi. Sejumlah artis yang dijadwalkan menjadi penampil pembuka kemudian mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas. Sheeran mengatakan keputusan mencoret Macklemore dibuat promotornya, Messina Touring Group, bukan olehnya.
Pihak promotor menyatakan Macklemore dicoret karena sejumlah venue, termasuk Gillette Stadium milik Kraft, tidak akan mengizinkannya tampil. Jika Macklemore tetap masuk daftar penampil, tur tersebut berpotensi dibatalkan.
Sheeran, yang pernah tampil di pernikahan Kraft pada 2022, mendapat kritik karena dianggap menerima keputusan tersebut.
Dalam pernyataannya pada Selasa, Sheeran mengatakan dirinya menghormati keteguhan Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang diyakininya. Ia juga menjelaskan ia tidak menggunakan platform pribadi untuk berpolitik, tetapi hal itu bukan berarti ia tidak peduli atau tidak mendukung berbagai tujuan kemanusiaan secara pribadi.
Sheeran mengatakan tidak ingin mengecewakan penggemar maupun kru dengan membatalkan tur yang dijadwalkan kembali berlangsung di Philadelphia, Pennsylvania, pada Sabtu (19/9).
Sejumlah musisi, termasuk Billy Bragg, sebelumnya menyeru kepada Sheeran agar membatalkan tur tersebut. Namun, pembatalan berpotensi membuat Sheeran dan promotornya menanggung biaya besar, termasuk sewa venue dan pengembalian uang tiket.
Baca juga:
Ed Sheeran Buka Suara soal Macklemore Keluar dari Loop Tour 2026, Pilih tak Bawa Politik
Tantangan Donasi
Dalam pernyataannya pada Rabu (16/9), Macklemore mengatakan akan menyumbangkan seluruh USD 1 juta pendapatan bersih yang diperolehnya dari Loop Tour Sheeran kepada enam organisasi Palestina. Ia mengatakan langkah tersebut bertujuan mengembalikan percakapan kepada pihak yang seharusnya menjadi pusat perhatian: rakyat Palestina.
Macklemore menyebut situasi tersebut sebagai ketidakadilan yang dibuat manusia dan mengatakan ia meyakini diperlukan perubahan politik segera.
Sementara itu, Kraft mengatakan ia telah mendukung berbagai upaya untuk menciptakan peluang bagi warga Palestina. Ia juga menyebut pernah membantu mempertemukan anak muda Palestina dan Israel untuk membangun bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan membangun hubungan.
"Saya mendedikasikan sebagian besar hidup saya untuk membangun jembatan di antara semua orang. Saya sangat percaya bahwa semua kehidupan layak dilindungi," ujar Kraft.
Kraft tidak mengatakan apakah dirinya telah menghubungi pemilik stadion lain untuk melarang Macklemore tampil, seperti yang sebelumnya diklaim rapper tersebut.
Kraft juga menuduh Macklemore memiliki sejarah yang lebih luas terkait retorika antisemit. Tuduhan itu dibantah Macklemore. Ia juga menuding rapper tersebut hanya membagikan informasi secara selektif dan mengabaikan tindakan Hamas.
Artis lain yang mundur dari tur Sheeran sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore antara lain Finneas, adik Billie Eilish, penyanyi Irlandia Aaron Rowe, band Denmark Lukas Graham, serta Beoga. Mereka menilai pencoretan Macklemore dapat menimbulkan efek mengerikan terhadap kebebasan berbicara.(dwi)
Baca juga:
Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran