Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran di AS, Polemik Dukungan Palestina

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran di AS, Polemik Dukungan Palestina

Macklemore keluar dari Tur Loop Ed Sheeran. (Foto: dok/kevin mtv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tur Loop Ed Sheeran di Amerika Serikat memasuki babak baru setelah Macklemore tidak lagi menjadi salah satu penampil pendamping dalam sisa rangkaian konser tersebut.

Rapper asal Amerika Serikat itu dicoret dari jadwal tur setelah sejumlah pemilik venue disebut keberatan dengan pernyataan politik yang disampaikannya dari atas panggung, terutama terkait dukungannya terhadap Palestina.

Mengutip Reuters, persoalan tersebut bermula dari penampilan Macklemore di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.

Dalam pertunjukannya, Macklemore menyuarakan dukungan untuk Palestina dan menyerukan “Free Palestine”. Ia juga membawakan Hind’s Hall, lagu protes yang dirilisnya pada 2024.

Sikap tersebut kemudian memicu kontroversi dan tekanan agar Macklemore dikeluarkan dari tur Ed Sheeran.

Macklemore Sudah Bicara dengan Ed Sheeran

Macklemore mengungkapkan bahwa dirinya telah melalui sejumlah percakapan sulit dengan Ed Sheeran terkait persoalan tersebut.

Dalam pernyataannya, Macklemore menyebut Sheeran sebagai sahabat yang telah dikenalnya selama 13 tahun. Menurut dia, perbedaan pandangan mengenai sikap politik dan dampak pernyataannya di atas panggung menjadi salah satu bagian dari pembicaraan mereka.

Tekanan tidak hanya datang dari publik. Messina Touring Group selaku promotor tur mengonfirmasi bahwa sejumlah venue dalam jadwal berikutnya tidak bersedia menggelar konser apabila Macklemore masih berada dalam daftar penampil.

Promotor mengatakan kondisi tersebut bahkan berpotensi membuat sejumlah konser dibatalkan dan berdampak kepada ratusan ribu penggemar.

Baca juga:

Green Day Berikan Dukungan untuk Palestina di Coachella 2025, Ubah Lirik 'Jesus of Suburbia' Jadi Tentang Anak-Anak yang Kehilangan Rumah

Sejumlah Venue Keberatan

Beberapa venue yang dilaporkan keberatan antara lain Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts; Lincoln Financial Field di Philadelphia; Mercedes-Benz Stadium di Atlanta; Lucas Oil Stadium di Indianapolis; Bank of America Stadium di Charlotte; AT&T Stadium di Arlington; serta Raymond James Stadium di Tampa.

Akibat persoalan tersebut, Macklemore akhirnya tidak akan tampil dalam sisa jadwal penampil pendamping di tur Amerika Serikat tersebut.

Salah satu nama yang ikut muncul dalam persoalan ini adalah Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium.

Kraft membenarkan bahwa venue miliknya tidak mengizinkan Macklemore tampil dalam konser Ed Sheeran pada 25 dan 26 September.

Ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan penampilan Macklemore serta apa yang ia gambarkan sebagai riwayat retorika dan citra antisemit yang dinilai menyakiti komunitas Yahudi.

Namun, Kraft juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengabaikan penderitaan warga Palestina.

Macklemore Pertahankan Sikap

Di sisi lain, Macklemore tetap mempertahankan sikapnya terkait dukungannya terhadap Palestina.

Ia mengatakan dukungan tersebut bukan sesuatu yang baru dan telah ia sampaikan dari atas panggung selama hampir tiga tahun.

Menurut Macklemore, persoalan tersebut menjadi jauh lebih besar ketika ia berada dalam satu panggung dengan Ed Sheeran, salah satu musisi terbesar di dunia. Kondisi itu membuat pesan yang disampaikannya memiliki jangkauan yang lebih luas.

Macklemore juga mengaku memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran. Namun, ia kecewa karena menurutnya sikap netral dalam situasi seperti ini tidak selalu berarti berada di tengah.

Ia menilai keputusan untuk menghapus dirinya dari tur justru memperlihatkan bagaimana panggung musik dapat berubah menjadi ruang pertarungan gagasan ketika seorang musisi membawa isu kemanusiaan ke hadapan publik.

Meski hubungan profesional mereka kini terdampak oleh persoalan tersebut, Macklemore mengatakan perbedaan pandangan itu tidak serta-merta menghapus persahabatannya dengan Sheeran.

Baca juga:

Konsisten Suarakan Palestina, Macklemore Rilis 'Hind's Hall 2' bersama Kolaborator

Sementara itu, hingga laporan terbaru, Sheeran dan timnya belum memberikan pernyataan publik secara langsung mengenai keputusan tersebut.

Kasus ini menempatkan tur Loop bukan hanya sebagai rangkaian konser musik, tetapi juga sebagai ruang perdebatan mengenai batas antara kebebasan berekspresi, kepentingan penyelenggara, pemilik venue, dan sikap politik seorang musisi.

Di tengah perdebatan tersebut, Macklemore memilih tetap membawa pesan yang diyakininya, meski konsekuensinya adalah kehilangan panggung dalam salah satu tur terbesar yang tengah berlangsung di Amerika Serikat. (Far)

#Macklemore #Ed Sheeran #Konser Musik #Palestina #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran di AS, Polemik Dukungan Palestina
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah sejumlah venue keberatan dengan pernyataan politik dan dukungannya terhadap Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran di AS, Polemik Dukungan Palestina
ShowBiz
Oasis Umumkan Tur Dunia 2027, Siap Gelar 38 Konser
Tur ini akan terdiri dari 38 pertunjukan di Inggris, Irlandia, Eropa daratan, dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Oasis Umumkan Tur Dunia 2027, Siap Gelar 38 Konser
ShowBiz
Dari Parodi Jadi Subunit Resmi, HRS Buka Era Baru lewat 'Skibidi'
Skibidi berbicara tentang keberanian untuk tampil sebagai diri sendiri tanpa harus terus memikirkan ekspektasi maupun penilaian dari orang lain.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Dari Parodi Jadi Subunit Resmi, HRS Buka Era Baru lewat 'Skibidi'
ShowBiz
Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'
Antara Angkara memuat delapan lagu yang membawa pendengar menyusuri ruang gelap tentang keruntuhan diri.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'
ShowBiz
Dalam 'Bila', Raisa Ungkap Rasa yang Tertinggal Setelah Perpisahan
Lebih daripada sekadar kisah tentang kehilangan, lagu ini juga berbicara mengenai upaya menerima kenyataan tanpa harus sepenuhnya mengubur harapan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Dalam 'Bila', Raisa Ungkap Rasa yang Tertinggal Setelah Perpisahan
ShowBiz
'COBING! (Cowo Bingung)', Gelas Merah Bicara soal Gengsi dan Perasaan
COBING! (Cowo Bingung) berangkat dari situasi ketika seseorang memiliki perasaan terhadap orang lain, tetapi kesulitan mengenali maupun mengungkapkan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
'COBING! (Cowo Bingung)', Gelas Merah Bicara soal Gengsi dan Perasaan
ShowBiz
TEN Rilis 'OUTWEST' dan 'IRL', Tandai Era Baru dalam Kariernya
Kedua lagu tersebut menandai dimulainya fase baru dalam perjalanan karier TEN karena untuk pertama kalinya ia menangani sebuah proyek secara menyeluruh.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
TEN Rilis 'OUTWEST' dan 'IRL', Tandai Era Baru dalam Kariernya
ShowBiz
No Na Buka Jalan Menuju 'Island Girl' Lewat 'Speaker Freaker the Long Song'
'Speaker Freaker the Long Song' merupakan karya berdurasi hampir 15 menit yang jadi gambaran awal mengenai dunia musik yang mereka hadirkan melalui album debut.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
No Na Buka Jalan Menuju 'Island Girl' Lewat 'Speaker Freaker the Long Song'
ShowBiz
Minho SHINee Panaskan Suasana dengan 'Make It Hot'
Menggambarkan kedekatan dua orang yang perlahan berubah menjadi suasana yang semakin penuh gairah.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Minho SHINee Panaskan Suasana dengan 'Make It Hot'
ShowBiz
'Berantakan', Cara Prince Husein Merangkum Kekacauan dalam Diri
. Lagu ini membawa suasana tentang hati dan pikiran yang dipenuhi kekacauan, baik karena persoalan pribadi maupun hubungan dengan orang lain.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
'Berantakan', Cara Prince Husein Merangkum Kekacauan dalam Diri
Bagikan