Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 45 menit lalu
Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'

Temarram lepas album perdana. (Foto: dok/temarram)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - UNIT synthwave/darkwave/post-punk asal Indonesia, Temarram, akhirnya merilis album penuh perdana mereka, Antara Angkara, pada 11 September 2026. Album perdana ini rilis setelah melewati perjalanan selama lima tahun unit ini berkelana di dunia musik. Temarram diperkuat Regga Prakarso yang mengisi gitar dan programmed synthesizer, Sherina Redjo sebagai vokalis, serta Tanthowi pada bass.

Antara Angkara memuat delapan lagu yang membawa pendengar menyusuri ruang gelap tentang keruntuhan diri. Album ini menggambarkan bagaimana kehidupan terkadang memaksa manusia untuk berhenti, bersimpuh, sekaligus menatap kembali serpihan yang tersisa, mulai dari kehidupan, ketiadaan, harapan, hingga penyesalan. Sebelum album ini hadir secara utuh, Temarram telah membuka perjalanannya melalui single Pusara yang dirilis pada 2025.

Untuk memperluas kemungkinan musikalnya, Temarram turut menggandeng sejumlah musisi dengan karakter berbeda. Pandu Fuzztoni, Otong Koil, serta Gerry Lainil Fauzi dari Dirty Ass hadir sebagai kolaborator dalam beberapa bagian album.

Baca juga:

Bukan Sekadar Album Baru, 'Good Times' Ungkap Kisah Personal Lukas Graham


Perjalanan Antara Angkara dibuka lewat Dan Kau Terlunta, sebuah lagu yang menyoroti penyesalan ketika ambisi yang dikejar perlahan justru membawa kehidupan menuju kehancuran. Setelahnya, Reruntuh berbicara mengenai mimpi yang harus dikorbankan karena tekanan dan rutinitas kehidupan sehari-hari.

Amarah terhadap sebuah hubungan yang berakhir kemudian muncul dalam Aksioma (feat. Gerry Laini Fauzi). Sementara itu, Pusara menghadirkan titik balik berupa kesadaran bahwa manusia kerap menjadi pihak yang mengurung dirinya sendiri di dalam petaka yang diciptakannya.

Nuansa perenungan berlanjut melalui Tak Tergenggam, yang mempertanyakan gagasan tentang kehidupan dan bagaimana tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk benar-benar memilikinya. Di tengah berbagai keruntuhan tersebut, Semesta Semesta hadir sebagai secercah harapan sebelum Afeksi dan Mati (feat. Otong Koil) kembali membawa pendengar berhadapan dengan kenyataan.

Sebagai penutup, Pengakhiran Permulaan berbicara tentang penerimaan terhadap siklus kehidupan: bahwa berakhirnya sesuatu tidak selalu berarti kehampaan sebab setiap akhir juga dapat menjadi pintu menuju permulaan yang baru.

Dalam proses pengerjaan album, Temarram mempercayakan Pandu Fuzztoni sebagai produser sekaligus kolaborator untuk menerjemahkan berbagai gagasan musikal yang mereka miliki. Proses kreatif tersebut memberikan ruang yang lebih bebas bagi Temarram untuk keluar dari batas-batas yang sebelumnya mereka kenal, sembari tetap mempertahankan karakter utama musik mereka.

Eksplorasi musikal Antara Angkara semakin terasa melalui kehadiran sejumlah kolaborator. Setiap kolaborator membawa warna dan pendekatan yang berbeda ke dalam materi Temarram.

Otong Koil menghadirkan karakter vokal dan atmosfer yang mencekam dalam Afeksi dan Mati, mempertebal rasa getir yang dibangun lagu tersebut. Sementara itu, Gerry Lainil Fauzi dari Dirty Ass menyuntikkan energi amarah ke Aksioma melalui teriakan khasnya yang penuh tenaga.

Pandu Fuzztoni pun tidak hanya berperan di balik produksi. Ia turut mengambil bagian secara musikal dengan menghadirkan isian gitar yang sarat noise, menjadi sebuah kejutan sekaligus twist dalam Pengakhiran Permulaan.(Far)

Baca juga:

Makna Lagu 'Dunia Imajiner', Ruang Khayal Rony Parulian dalam Album Kedua

#Musik #Album Baru #Lagu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'
Antara Angkara memuat delapan lagu yang membawa pendengar menyusuri ruang gelap tentang keruntuhan diri.
Dwi Astarini - 2 jam, 45 menit lalu
Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'
ShowBiz
Dalam 'Bila', Raisa Ungkap Rasa yang Tertinggal Setelah Perpisahan
Lebih daripada sekadar kisah tentang kehilangan, lagu ini juga berbicara mengenai upaya menerima kenyataan tanpa harus sepenuhnya mengubur harapan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Dalam 'Bila', Raisa Ungkap Rasa yang Tertinggal Setelah Perpisahan
ShowBiz
'COBING! (Cowo Bingung)', Gelas Merah Bicara soal Gengsi dan Perasaan
COBING! (Cowo Bingung) berangkat dari situasi ketika seseorang memiliki perasaan terhadap orang lain, tetapi kesulitan mengenali maupun mengungkapkan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
'COBING! (Cowo Bingung)', Gelas Merah Bicara soal Gengsi dan Perasaan
ShowBiz
TEN Rilis 'OUTWEST' dan 'IRL', Tandai Era Baru dalam Kariernya
Kedua lagu tersebut menandai dimulainya fase baru dalam perjalanan karier TEN karena untuk pertama kalinya ia menangani sebuah proyek secara menyeluruh.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
TEN Rilis 'OUTWEST' dan 'IRL', Tandai Era Baru dalam Kariernya
ShowBiz
No Na Buka Jalan Menuju 'Island Girl' Lewat 'Speaker Freaker the Long Song'
'Speaker Freaker the Long Song' merupakan karya berdurasi hampir 15 menit yang jadi gambaran awal mengenai dunia musik yang mereka hadirkan melalui album debut.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
No Na Buka Jalan Menuju 'Island Girl' Lewat 'Speaker Freaker the Long Song'
ShowBiz
Minho SHINee Panaskan Suasana dengan 'Make It Hot'
Menggambarkan kedekatan dua orang yang perlahan berubah menjadi suasana yang semakin penuh gairah.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Minho SHINee Panaskan Suasana dengan 'Make It Hot'
ShowBiz
'Berantakan', Cara Prince Husein Merangkum Kekacauan dalam Diri
. Lagu ini membawa suasana tentang hati dan pikiran yang dipenuhi kekacauan, baik karena persoalan pribadi maupun hubungan dengan orang lain.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
'Berantakan', Cara Prince Husein Merangkum Kekacauan dalam Diri
ShowBiz
Film 'Memburu Pemangsa' Gelar Konser Amal, .Feast hingga Efek Rumah Kaca Ikut Ramaikan
Konser amal Memburu Pemangsa menggandeng .Feast hingga Efek Rumah Kaca. Tiket donasi sudah bisa dipesan.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Film 'Memburu Pemangsa' Gelar Konser Amal, .Feast hingga Efek Rumah Kaca Ikut Ramaikan
ShowBiz
Pee Wee Gaskins Rilis Lagu '(R)u(N)tuh)' bersama Boniex, Angkat Kisah tentang Broken Home
Pee Wee Gaskins dan Boniex merilis lagu (R)u(N)tuh). Berikut ini adalah lirik lagu lengkapnya.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Pee Wee Gaskins Rilis Lagu '(R)u(N)tuh)' bersama Boniex, Angkat Kisah tentang Broken Home
ShowBiz
ERN Hadirkan “YOWES”, Tentang Belajar Berdamai dengan Ketidakpastian
Judul “YOWES” diambil dari bahasa Jawa yang berarti “ya sudah”.
Frengky Aruan - Minggu, 13 September 2026
ERN Hadirkan “YOWES”, Tentang Belajar Berdamai dengan Ketidakpastian
Bagikan