MerahPutih.Com - Kasus keracunan kerang hijau di Cirebon akan ditindak lanjuti Dinas Kesehatan melalui pengujian laboratorium. Sampel kerang hijau akan diteliti lebih lanjut guna memastikan dampak lanjutan.
Pihak Puskesmas Suranenggala Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akan menyerahkan sampel kerang hijau yang menyebabkan puluhan warga keracunan ke Dinas Kesehatan guna dilakukan uji laboratorium.
"Kami sudah mengambil beberapa sampel kerang hijau. Kita seharusnya juga ambil sampel muntahan warga, namun berhubung muntahannya sudah tak ada, hanya ambil sampel kerang hijau saja," kata Kepala Puskesmas Suranenggala, Sidik di Cirebon, Jumat (26/1) kemarin.
Sidik mengatakan sampel kerang hijau tersebut bakal diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon untuk dilakukan uji laboratorium.
Munurutnya selain mengumpulkan sampel, pihaknya juga masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami keracunan.
Kejadian keracunan akibat mengonsumsi kerang hijau, kata Sidik, bukanlah kali pertama di Suranenggala.
"Pada 2016 juga ada yang keracunan. Saat ini kami masih mendata warga yang keracunan, kemungkinan bertambah," tuturnya.
Sebanyak 32 warga dari beberapa desa yang berada di Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon mengalami keracunan setelah memakan masakan kerang hijau.
Yaitu di Desa Suranenggala Lor ada 10 orang, Karangreja enam orang, Suranenggala Kulon sembilan, ditambah tujuh korban yang masih dirawat di RS dan puskesmas.
"Totalnya ada 32 orang yang keracunan," kata seorang dokter di Puskesmas Suranenggala, Gunawan.
Dokter Gunawan sebagaiman dilansir Antara mengatakan awalnya para korban mengalami sesak nafas, pusing dan muntah-muntah. Saat ini yang dirawat di Puskesmas ada empat orang dan ada tiga korban lainnya yang masih dirawat di RS Pertamina Cirebon.
Menurutnya keracunan akibat menyantap masakan kerang hijau itu bisa mengakibatkan korbannya kehilangan nyawa, jika korbannya mengalami muntah berlebihan yang dibarengi dengan sesak nafas.
"Korban akan kesulitan bernafas, apalagi kalau dibarengi muntah yang berlebihan, itu bisa menyebabkan kematian," kata Dokter Gunawan.(*)