Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal

Waspada keracunan gas portable. (Foto: unsplash/ivanbe)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENGGUNAAN kompor gas portable kini semakin umum, mulai dari kebutuhan memasak sehari-hari hingga aktivitas camping dan glamping. Bentuknya yang praktis membuat alat ini menjadi pilihan banyak orang. Namun, di balik kemudahannya, penggunaan gas portable juga menyimpan risiko serius apabila dipakai tanpa ventilasi udara yang baik.

Salah satu bahaya terbesar berasal dari gas karbon monoksida (CO) yang muncul dari proses pembakaran. Gas ini dikenal sangat berbahaya karena tidak memiliki warna, bau, maupun rasa sehingga sulit terdeteksi manusia. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari dirinya sedang mengalami keracunan hingga kondisi tubuh memburuk.

Karbon monoksida bekerja dengan menghambat suplai oksigen ke seluruh tubuh. Saat terhirup, gas tersebut masuk ke paru-paru lalu mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat dibanding oksigen. Kondisi ini membuat organ-organ vital seperti otak dan jantung kekurangan oksigen.

Baca juga:

Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung



Gejala Awal yang Kerap Dianggap Sepele

Seperti dilansir Alodokter, keracunan gas portable sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa atau masuk angin. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal tubuh mulai kekurangan oksigen akibat paparan karbon monoksida.


Beberapa gejala awal keracunan gas portable, meliputi:

- sakit kepala,
- pusing,
- tubuh terasa lemas,
- mual,
- mengantuk berlebihan,
- kesulitan berkonsentrasi.

Dalam banyak kasus, korban justru memilih beristirahat atau tidur karena mengira tubuh hanya kelelahan. Padahal, saat tetap berada di ruangan tertutup yang terpapar gas, kondisi tubuh dapat memburuk dengan cepat.

Kesadaran terhadap gejala awal keracunan menjadi hal penting karena banyak kasus terjadi akibat korban terlambat menyadari tubuhnya sedang kekurangan oksigen. Meski terlihat praktis dan aman, penggunaan gas portable tetap memerlukan perhatian serius demi menghindari risiko fatal.(Far)

Baca juga:

Mahasiswi Asal Temanggung Terjun di Sungai Bengawan Solo, Korban Diduga Terbawa Arus Sungai

#Kesehatan #Keracunan #Wisata Temanggung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan pengelola SPPG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Biaya pengobatan tidak semestinya dibebankan kepada keluarga apabila gangguan kesehatan tersebut terbukti merupakan dampak dari pelaksanaan program MBG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Bagikan