MerahPutih.com - Belum semua siswa korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah selesai perawatan.
Masih ada 37 orang yang menjalani perawatan, dari total 104 korban keracunan.
"Hari ini yang dirawat tinggal 37 orang, dari sebelumnya semuanya ada 104. 104 yang akses rumah sakit ya. Dari 104 itu kan enggak semuanya rawat inap, ada yang datang terus boleh pulang gitu. Beberapa dirawat," kata Kepala Dinkes Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati di Jakarta, Rabu (8/4).
Berdasarkan total korban itu, sebanyak tujuh orang di antaranya dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.
Baca juga:
Viral Puiuhan Ribu Motor Listrik untuk MBG, Menkeu Purbaya: Dulu Pernah Kami Tolak
Sementara itu, sebanyak enam orang dirawat di Rumah Sakit (RS) Islam Pondok Kopi, 19 orang di RS Harum, dan beberapa korban tersebar di sejumlah rumah sakit lainnya.
Ani menyebutkan, para korban itu masih dirawat karena pihaknya ingin memastikan mereka benar-benar pulih sebelum diperbolehkan kembali ke rumahnya.
Pasalnya, respons setiap orang dalam kasus keracunan itu berbeda. Meski begitu, ia memastikan kondisi korban yang masih dirawat sudah dalam tahap pemulihan.
"Jadi kita tunggu sampai stabil, betul-betul dia sehat, sudah enggak panas, sudah enggak ada muntah lagi, sudah enggak ada diare, semua keluhannya sudah hilang, baru pulang," ucapnya.
Baca juga:
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Ia menambahkan, kasus keracunan itu tidak hanya menimpa para siswa. Berdasarkan laporan yang dihimpun, terdapat beberapa guru dan orang tua yang juga mengalami gejala serupa.
Diketahui, insiden keracunan itu terjadi pada Kamis. Setidaknya, insiden itu terjadi di empat sekolah, yaitu SMAN 91 Jakarta, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Adapun, MBG itu didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.
Sementara dari laporan Badan Gizi Nasional (BGN), awalnya terdapat laporan 36 siswa mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah menyantap MBG dengan menu spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
Baca juga:
BGN Buka Suara soal Video Viral Motor Listrik, Tegaskan untuk Operasional MBG
Adapun, dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.
Diduga, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan. (Asp)

