Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 08 April 2026
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (MerahPutih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Belum semua siswa korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah selesai perawatan.

Masih ada 37 orang yang menjalani perawatan, dari total 104 korban keracunan.

"Hari ini yang dirawat tinggal 37 orang, dari sebelumnya semuanya ada 104. 104 yang akses rumah sakit ya. Dari 104 itu kan enggak semuanya rawat inap, ada yang datang terus boleh pulang gitu. Beberapa dirawat," kata Kepala Dinkes Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati di Jakarta, Rabu (8/4).

Berdasarkan total korban itu, sebanyak tujuh orang di antaranya dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.

Baca juga:

Viral Puiuhan Ribu Motor Listrik untuk MBG, Menkeu Purbaya: Dulu Pernah Kami Tolak

Sementara itu, sebanyak enam orang dirawat di Rumah Sakit (RS) Islam Pondok Kopi, 19 orang di RS Harum, dan beberapa korban tersebar di sejumlah rumah sakit lainnya.

Ani menyebutkan, para korban itu masih dirawat karena pihaknya ingin memastikan mereka benar-benar pulih sebelum diperbolehkan kembali ke rumahnya.

Pasalnya, respons setiap orang dalam kasus keracunan itu berbeda. Meski begitu, ia memastikan kondisi korban yang masih dirawat sudah dalam tahap pemulihan.

"Jadi kita tunggu sampai stabil, betul-betul dia sehat, sudah enggak panas, sudah enggak ada muntah lagi, sudah enggak ada diare, semua keluhannya sudah hilang, baru pulang," ucapnya.

Baca juga:

Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Ia menambahkan, kasus keracunan itu tidak hanya menimpa para siswa. Berdasarkan laporan yang dihimpun, terdapat beberapa guru dan orang tua yang juga mengalami gejala serupa.

Diketahui, insiden keracunan itu terjadi pada Kamis. Setidaknya, insiden itu terjadi di empat sekolah, yaitu SMAN 91 Jakarta, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Adapun, MBG itu didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

Sementara dari laporan Badan Gizi Nasional (BGN), awalnya terdapat laporan 36 siswa mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah menyantap MBG dengan menu spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Baca juga:

BGN Buka Suara soal Video Viral Motor Listrik, Tegaskan untuk Operasional MBG

Adapun, dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.

Diduga, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan. (Asp)

#Makan Bergizi Gratis #Keracunan Massal MBG #Keracunan #SPPG #Badan Gizi Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari sistem penyediaan makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Indonesia
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
BGN kini sudah menutup lebih dari 2.000 dapur MBG. Alasannya karena SPPG tersebut tidak memenuhi syarat higiene.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
BGN juga telah menutup secara permanen sejumlah dapur yang dinilai melakukan kelalaian secara sengaja, termasuk dapur di Karo, Semarang, dan Blora.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Bagikan