MerahPutih.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 1 Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan nasional.
Berbeda dengan program MBG lain yang menggunakan anggaran APBN, pelaksanaan di sekolah ini sepenuhnya dibiayai dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta.
Baca juga:
Prabowo Buka Peluang Kantin Sekolah Jadi Alternatif MBG, Minta Dikaji Dulu
Kepada media di Tangerang, Kamis (16/7), Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengusulkan model pendanaan ini bisa menjadi tolok ukur acuan nasional.
Program Makan Bergizi Gratis ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan, bukan dari APBN. Kami berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi benchmark nasional,
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana
Tidak Menggerus APBN
Menurut Ivan, langkah kolaborasi pihak swasta itu mengurangi ketergantungan program MBG terhadap APBN, sekaligus memuliakan anak-anak berkebutuhan khusus.
Untuk itu, PPATK berkomitmen bersinergi dengan Pemkab Tangerang dan mitra swasta untuk memperluas gerakan kepedulian mendukung program MBG tanpa harus menggerus uang APBN.
Mereka (swasta) memiliki kemampuan dan potensi yang harus terus kita dukung,
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana
Kolaborasi Hak Pendidikan Anak Inklusif
Penggagas kolaborasi, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa menyampaikan apresiasi kepada PPATK dan para donatur yang terlibat. Program MBG berbasis CSR ini disebut sebagai bentuk kasih sayang sekaligus investasi masa depan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Baca juga:
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Mantovani menegaskan setiap anak memiliki potensi dan cara belajar berbeda. Dilansir Antara, Yayasan menegaskan tanggung jawab bersama adalah menghadirkan lingkungan inklusif dan kesempatan yang sama.
“Kami berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sebagai dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” tandas Cahaya. (*)

