MerahPutih.com - Wali Kota Solo, Respati Ardi, merespons kasus keracunan yang menimpa 108 siswa SDII Al Abidin.
Siswa mengalami keracunan seperti mual, pusing, sakit perut, hingga muntah. Akibat kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Abidin Solo dihentikan sementara.
Baca juga:
108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG
Pemkot Solo Evaluasi SPPG Yayasan Al Abidin Solo
Respati menyebutkan, pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi dengan SPPG Yayasan Al Abidin Solo
Kita langsung evaluasi SPPG ini. SPPG Yayasan Al Abidin Solo dihentikan sementara sambil menunggu hasil labnya.
ujar Respati, Senin (3/8)
Ia juga menyebutkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo telah mengambil sampling dari makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), air, dan kantin sekolah untuk dilakukan uji laboratorium.
Kini, Pemkot Solo masih menunggu hasil uji lab tersebut.
“Jika terbukti keracunan berasal dari menu MBG, kami siap surati BGN terkait keracunan tersebut,” katanya.
Baca juga:
DPR Desak Putusan MK soal Anggaran MBG Segera Diterapkan pada APBN 2027
Respati menambahkan, BGN nantinya akan menyampaikan hasil lab lewat surat untuk mereview langsung dari dapur dan rantai pasoknya
“Akan kita sampaikan ke BGN. Secara data-data faktual, ini hasil menunggu labnya," ucap dia.
SPPG Yayasan Al Abidin Solo Ditutup Sementara
Terkait dapur SPPG Yayasan Al Abidin Solo yang ditutup sementara akibat kasus keracunan tersebut, Respati menekankan pada asas praduga tak bersalah.
"Kita masih asas praduga tidak bersalah. Dari mana kesalahannya, ini sedang kita dalami. Kami dari pemerintah kota segera menunggu hasil labnya. Nanti akan ada pembuktian di sana. Dan kita tegur langsung dari SPPG," katanya.
Baca juga:
Ratusan Siswa SDII 'Standar Cambridge' Solo Keracunan MBG, SPPG Yayasan Al Abidin Ditutup
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan tindak lanjut untuk menangani kasus keracunan tersebut.
“Itu SPPG dikelola sekolah sendiri. Kita pantau terus situasinya sampai hasil lab benar-benar keluar untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

