MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerima hasil pemeriksaan laboratorium terkait keracunan massal menimpa 106 siswa SDII Al Abidin Solo setelah mengonsumsi makanan.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap seluruh sampel makanan dan minuman, baik yang berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun kantin sekolah, ditemukan bakteri Escherichia coli atau E. coli pada sampel buah semangka.
Wali Kota Solo Respati Ardi, mengatakan hasil laboratorium makanan yang diambil sampel SDII Al Abidin Solo dalam kasus keracunan sudah keluar.
Hasil laboratorium sudah keluar. Dari seluruh variabel yang kami periksa, mulai dari makanan, minuman, lauk-pauk, hingga makanan di kantin, ditemukan bakteri E. coli pada semangka,
kata Respati, Selasa (4/8).
Baca juga:
Kepala BGN Copot 137 Kepala SPPG, Keracunan MBG masih Terjadi
Dia mengatakan hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan langkah terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan.
Kemudian keputusan mengenai pemberian sanksi, penghentian sementara, maupun tindakan lanjutan lainnya akan dilakukan sesuai dengan kewenangan dan hasil evaluasi BGN.
Ini jadi bahan evaluasi SPPG. Peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG di Kota Surakarta agar semakin berhati-hati dalam memilih, membersihkan, mengolah, menyimpan, dan menyajikan bahan makanan kepada penerima manfaat,
katanya.
Kasus ini, kata dia, menjadi pembelajaran bagi SPPG lainnya agar lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang. Pemkot dalam hal ini tetap mewujudkan Solo Zero Incident SPPG.
Kami akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi bersama BGN, Dinas Kesehatan, sekolah, serta pengelola SPPG untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan,
ujarnya.
Sebanyak 108 siswa SDII Al Abidin Solo mengalami keracunan seperti mual, pusing, sakit perut hingga muntah. Akibat kejadian tersebut siswa jalani pemeriksaan. Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo mengambil sampel sejumlah makanan di sekolah baik di kantin sekolah dan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencari tahu penyebabnya. (Ismail/Jawa Tengah).

