Headline

Sampel Kerang Hijau Penyebab Keracunan Massal akan Diteliti

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 27 Januari 2018
Sampel Kerang Hijau Penyebab Keracunan Massal akan Diteliti

Korban keracunan kerang hijau dirawat di Puskesmas Suranenggala. (MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kasus keracunan kerang hijau di Cirebon akan ditindak lanjuti Dinas Kesehatan melalui pengujian laboratorium. Sampel kerang hijau akan diteliti lebih lanjut guna memastikan dampak lanjutan.

Pihak Puskesmas Suranenggala Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akan menyerahkan sampel kerang hijau yang menyebabkan puluhan warga keracunan ke Dinas Kesehatan guna dilakukan uji laboratorium.

"Kami sudah mengambil beberapa sampel kerang hijau. Kita seharusnya juga ambil sampel muntahan warga, namun berhubung muntahannya sudah tak ada, hanya ambil sampel kerang hijau saja," kata Kepala Puskesmas Suranenggala, Sidik di Cirebon, Jumat (26/1) kemarin.

Sidik mengatakan sampel kerang hijau tersebut bakal diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon untuk dilakukan uji laboratorium.

Munurutnya selain mengumpulkan sampel, pihaknya juga masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami keracunan.

Kejadian keracunan akibat mengonsumsi kerang hijau, kata Sidik, bukanlah kali pertama di Suranenggala.

"Pada 2016 juga ada yang keracunan. Saat ini kami masih mendata warga yang keracunan, kemungkinan bertambah," tuturnya.

Sebanyak 32 warga dari beberapa desa yang berada di Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon mengalami keracunan setelah memakan masakan kerang hijau.

Yaitu di Desa Suranenggala Lor ada 10 orang, Karangreja enam orang, Suranenggala Kulon sembilan, ditambah tujuh korban yang masih dirawat di RS dan puskesmas.

"Totalnya ada 32 orang yang keracunan," kata seorang dokter di Puskesmas Suranenggala, Gunawan.

Dokter Gunawan sebagaiman dilansir Antara mengatakan awalnya para korban mengalami sesak nafas, pusing dan muntah-muntah. Saat ini yang dirawat di Puskesmas ada empat orang dan ada tiga korban lainnya yang masih dirawat di RS Pertamina Cirebon.

Menurutnya keracunan akibat menyantap masakan kerang hijau itu bisa mengakibatkan korbannya kehilangan nyawa, jika korbannya mengalami muntah berlebihan yang dibarengi dengan sesak nafas.

"Korban akan kesulitan bernafas, apalagi kalau dibarengi muntah yang berlebihan, itu bisa menyebabkan kematian," kata Dokter Gunawan.(*)

#Keracunan #Kabupaten Cirebon
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
106 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan Dipastikan Dari MBG
Kasus ini,, menjadi pembelajaran bagi SPPG lainnya agar lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
106 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan Dipastikan Dari MBG
Indonesia
SPPG Al Abidin Solo Dihentikan Sementara usai 108 Siswa Alami Keracunan
SPPG Al Abidin Solo dihentikan sementara usai 108 siswa mengalami keracunan. Pemkot Solo kini menunggu hasil lab.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
SPPG Al Abidin Solo Dihentikan Sementara usai 108 Siswa Alami Keracunan
Indonesia
108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG
Siswa SDII Al Abidin Solo diduga keracunan MBG. Kini, Dinkes Solo masih menunggu hasil uji lab sampel makanan.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG
Lifestyle
Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal
Keracunan gas portable sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa atau masuk angin.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal
Lifestyle
Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung
Penggunaan kompor portable tanpa sirkulasi udara yang baik dapat memicu risiko serius bagi kesehatan bahkan berujung kematian.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung
Indonesia
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jaktim, SPPG Pulogebang Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Higiene
SPPG Pulogebang ternyata belum mengantongi sertifikat higiene. Hal itu terungkap usai ratusan siswa keracunan MBG.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jaktim, SPPG Pulogebang Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Higiene
Indonesia
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Korban keracunan MBG di Jakarta Timur sudah membaik. Namun, sebanyak 37 siswa belum diizinkan pulang dari rumah sakit.
Soffi Amira - Rabu, 08 April 2026
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Indonesia
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
BGN meminta maaf atas insiden keracunan MBG di Jakarta Timur. Puluhan siswa mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Indonesia
72 Siswa Dirawat, BGN Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur
BGN menelusuri penyebab keracunan MBG di Jakarta Timur. Sebanyak 72 siswa dirawat di rumah sakit.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
72 Siswa Dirawat, BGN Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur
Indonesia
Pramono Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat
Sebanyak 72 siswa keracunan MBG di Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung ke RSKD Duren Sawit.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
Pramono Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat
Bagikan