Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung

Gas portable bisa berbahaya buat tubuh. (Foto: unsplash/ed)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KASUS kematian satu keluarga saat berkemah di kawasan wisata Posong, Temanggung, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Empat anggota keluarga tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping setelah melakukan aktivitas barbeque menggunakan kompor gas portable.

Polisi menduga para korban mengalami keracunan gas yang terperangkap di dalam tenda tertutup dengan ventilasi minim. Dugaan itu menguat karena tidak ditemukan tanda-tanda keracunan makanan seperti muntah atau perlawanan sebelum korban meninggal dunia. Aparat juga menemukan kompor portable yang sebelumnya digunakan korban saat berkemah.

Peristiwa tragis tersebut kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya gas portable dan asap hasil pembakaran di ruang tertutup. Meski sering dianggap aman untuk kegiatan camping atau memasak praktis, penggunaan kompor portable tanpa sirkulasi udara yang baik dapat memicu risiko serius bagi kesehatan bahkan berujung kematian.

Baca juga:

Hilang 5 Hari, ASN Temanggung Pendaki Gunung Merbabu Ditemukan Meninggal di Tebing Curam

Mengapa Gas Portable Berbahaya?


Seperti dilansir Alodokter, dalam penggunaan kompor portable, bahaya terbesar bukan hanya berasal dari kebocoran elpiji, melainkan juga gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari proses pembakaran. Karbon monoksida dikenal sebagai silent killer karena tidak memiliki warna, bau, maupun rasa sehingga sulit disadari manusia.



Saat terhirup, karbon monoksida masuk ke paru-paru lalu mengikat hemoglobin dalam darah jauh lebih kuat ketimbang oksigen. Akibatnya, tubuh kekurangan pasokan oksigen yang dibutuhkan organ-organ vital seperti otak dan jantung.


Paparan ringan biasanya menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, tubuh lemas, hingga mengantuk. Namun, dalam ruang tertutup dengan kadar gas tinggi, korban bisa kehilangan kesadaran dalam waktu singkat tanpa sempat menyadari bahaya yang terjadi.

Kondisi itulah yang diduga terjadi dalam kasus keluarga di Temanggung. Minimnya ventilasi membuat gas hasil pembakaran terperangkap di dalam tenda sehingga perlahan terhirup para korban saat tidur.

Tragedi di Temanggung menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti memasak saat camping tetap memiliki risiko besar bila dilakukan tanpa memperhatikan faktor keselamatan. Kesadaran mengenai bahaya gas portable dan pentingnya ventilasi udara dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.(Far)

Baca juga:

Temanggung dan Wonosobo Berkolaborasi Gelar Festival Sindoro Sumbing

#Kesehatan #Keracunan #Wisata Temanggung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Biaya pengobatan tidak semestinya dibebankan kepada keluarga apabila gangguan kesehatan tersebut terbukti merupakan dampak dari pelaksanaan program MBG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Bagikan