MERAHPUTIH.COM - KEPALA Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyebut Presiden Prabowo Subianto menerima segala informasi terkait dengan kinerja mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Dengan begitu, kata Dudung, proses pencopotan Dadan sudah melalui proses evaluasi panjang dan matang. Hal itu termasuk pencopotan dua wakil kepala (waka) BGN yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Menurut Dudung, Presiden Prabowo tidak mungkin mengambil keputusan secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas. Ia meyakini Prabowo telah menerima berbagai informasi dan masukan sebelum memutuskan pergantian pimpinan di lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
“Bapak Presiden sudah lama mendengar informasi, mencermati, menganalisis, mengevaluasi dari berbagai sumber yang masuk ke beliau.”Dudung Abdurachman, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP)
Dudung menegaskan pergantian tersebut merupakan langkah yang tepat untuk memperbaiki tata kelola BGN di masa depan. Ia berharap lembaga tersebut dapat bekerja lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola anggaran negara.
Baca juga:
Dadan Hindayana Dicopot dari Posisi Kepala BGN, Isu Dugaan Jual Beli ‘Dapur Umum’ MBG Mencuat
“Sehingga ini langkah yang tepat, saya yakin ini untuk perbaikan di masa depan. BGN jadi semakin transparan, akuntabel dan betul-betul keinginan bapak presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal,” ujarnya.
Menurut Dudung, Presiden Prabowo ingin memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, apalagi kelompok tertentu.
“Tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul Presiden menginginkan ini untuk kepentingan rakyat,” jelas Dudung.(knu)
Baca juga:
Ini Yang Diharapkan Presiden Prabowo Copot 3 Pejabat Tinggi Badan Gizi Nasional