MerahPutih.com – Publik dikejutkan oleh temuan dugaan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam makalah ilmiah pengajuan nominasi Nobel Peace Prize 2026 yang mengusung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dokumen itu ramai dibicarakan warganet sejak Rabu (5/8) dini hari. Karya ilmiah yang mencatut nama Presiden RI Prabowo Subianto itu diterpa isu miring terkait dugaan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses penyusunannya.
Baca juga:
Kepala Bakom Investigasi Nama Prabowo Dicatut Jadi Penulis Makalah Ajukan MBG Masuk Nominasi Nobel
Makalah Ilmiah 69 Halaman Usung MBG Masuk Nominasi Nobel
Makalah setebal 69 halaman itu berjudul: "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth".
Dokumen diunggah ke platform Social Science Research Network (SSRN) pada 31 Maret 2026. Namun, dokumen itu menuai sejumlah sorotan. Mulai dari diduga dibuat menggunakan AI, pencatutan nama para penulis, hingga menjadi menjadi target investigasi pemerintah.
Kejanggalan AI Terlihat Sejak Bagian Awal Paper
Dugaan penggunaan AI dalam makalah itu mengemuka setelah publik menemukan indikasi kuat berupa prompt AI yang disinyalir lupa dihapus dan masih tertinggal di dalam badan dokumen. Kejanggalan memang sudah terlihat sejak bagian awal.
Awalnya, indikasi penggunaan AI terlihat pada halaman kedua, terdapat visualisasi penuh warna yang diduga hasil generatif AI. Di halaman ketujuh, muncul tabel tanpa suntingan yang juga diindikasikan buatan sistem pintar.
Baca juga:
Keracunan MBG di Papua & Semarang, Menkes Akui Temuan Bakteri di Menu
Bukti paling gamblang muncul di bawah tabel, dengan frasa “One-Sentence Nobel Interpretation (optional, very strong)”, sisa prompt AI yang lupa dihapus di makalah final yang diunggah.
Pemerintah Investigasi Keabsahan Karya Ilmiah
Pemerintah Indonesia pun langsung bergerak cepat menyelidiki makalah ilmiah yang diklaim diajukan untuk nominasi Nobel Peace Prize 2026 itu.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, membenarkan adanya investigasi mendalam terkait keabsahan karya ilmiah, serta pencatutan nama Presiden Prabowo sebagai co-author bersama sejumlah akademisi dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
“Sedang diinvestigasi,” kata Qodari, saat dikonfirmasi media, di Kantor Bakom RI, Gambir, Jakarta Pusat.
Baca juga:
Kabakom M Qodari Berharap Prabowo Lebih Sering Gunakan Teks saat Pidato Kenegaraan
Investigasi pemerintah kini diarahkan untuk mengungkap dalang utama di balik penerbitan makalah, motif pencatutan nama Presiden, serta penggunaan nama kampus dan akademisi tanpa izin resmi. (*)

