MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap temuan awal terkait kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, makanan diduga dimasak terlalu dini sehingga kualitasnya menurun dan tidak lagi dalam kondisi layak saat dikonsumsi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kepala BGN Sudaryono langsung mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayapura.
“Ini fatal. Sudah langsung kami suspend, kami copot kepala SPPG-nya,” kata Sudaryono kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (7/8).
Baca juga:
Keracunan MBG di Papua & Semarang, Menkes Akui Temuan Bakteri di Menu
Makanan Dimasak Malam Hari, Dibagikan Keesokan Siang
Menurut Sudaryono, tim investigasi menemukan proses memasak dilakukan sejak sekitar pukul 19.00 WIT pada malam sebelumnya.
Sementara itu, makanan baru didistribusikan kepada para siswa sekitar pukul 11.00 keesokan harinya.
Jeda waktu yang cukup panjang tersebut diduga menyebabkan kualitas makanan menurun sebelum dikonsumsi.
Masaknya kecepetan. Jam tujuh malam hari sebelumnya sudah mulai masak, diberikan jam sebelas siang. Jadi saat dibawa, makanannya sudah dalam kondisi rusak,
Kepala BGN Sudaryono.
BGN Lanjutkan Investigasi dan Evaluasi Prosedur
Selain itu, BGN juga menemukan sebagian siswa tidak langsung mengonsumsi makanan yang diterima.
Sejumlah siswa membawa pulang paket MBG dan baru memakannya pada sore hari, sehingga risiko makanan mengalami kerusakan menjadi semakin besar.
Saat ini, BGN masih melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut sekaligus mengevaluasi prosedur operasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (Knu)

