Apa itu Beras Fortifikasi? Kenali Perbedaannya dengan Beras Biasa yang Kini Wajib Dipakai MBG

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Apa itu Beras Fortifikasi? Kenali Perbedaannya dengan Beras Biasa yang Kini Wajib Dipakai MBG

Mengenal apa itu beras fortifikasi yang dipakai MBG. Foto: Unsplash/Rens D

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah resmi mewajibkan penggunaan beras fortifikasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka anemia dan stunting di Indonesia.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 63 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program MBG.

Baca juga:

Produksi Beras Pada Januari - September 2026 Hanya Meningkat Tipis 0,01 Dibanding Tahun 2025

Melalui aturan tersebut, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi, termasuk dapur MBG di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), diwajibkan menggunakan bahan pangan yang telah difortifikasi.

Selain beras fortifikasi, bahan pangan yang digunakan dalam program ini juga meliputi tepung terigu yang diperkaya zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks, minyak goreng kemasan yang mengandung vitamin A, serta garam beryodium.

Apa itu Beras Fortifikasi?

Pengertian beras fortifikasi
Pengertian beras fortifikasi. Foto: Unsplash/Pierre Bamin

Beras fortifikasi merupakan beras yang telah diperkaya dengan berbagai zat gizi mikro melalui teknologi pangan setelah proses penggilingan.

Umumnya, beras ini mengandung tambahan zat besi, asam folat, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, zinc, dan pada beberapa produk juga diperkaya vitamin A.

Proses pembuatannya dilakukan dengan mencampurkan butiran beras khusus (kernel) yang telah mengandung vitamin dan mineral ke dalam beras biasa.

Saat dimasak, kandungan gizi pada nasi menjadi lebih lengkap tanpa mengubah cara pengolahannya. Kehadiran beras fortifikasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, sehingga mendukung upaya pencegahan stunting.

Baca juga:

DPR Desak Putusan MK soal Anggaran MBG Segera Diterapkan pada APBN 2027

Perbedaan Beras Fortifikasi dan Beras Biasa

Perbedaan beras fortifikasi dan beras biasa
Perbedaan beras fortifikasi dan beras biasa. Foto: Unsplash/Emma Miller

Berikut ini adalah perbedaan dari beras fortifikasi dan beras biasa:

1. Bentuk Fisik

Sekilas, beras fortifikasi terlihat sama seperti beras biasa. Namun jika diperhatikan lebih teliti, terdapat beberapa butiran kernel dengan warna yang sedikit lebih putih, opak, atau agak kekuningan dibandingkan butiran beras lainnya.

Meski demikian, setelah dimasak menjadi nasi, tampilannya hampir tidak dapat dibedakan.

2. Kandungan Gizi

Beras biasa hanya mengandung zat gizi alami yang berasal dari padi. Sementara itu, beras fortifikasi telah diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral penting, seperti:

  • Zat Besi (Fe)
  • Asam Folat (Vitamin B9)
  • Zinc (Zn)
  • Vitamin A
  • Vitamin B kompleks

Penambahan zat gizi tersebut bertujuan membantu mencegah anemia, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung tumbuh kembang anak.

Baca juga:

Tunggu Anggaran Rp 17,52 Triliun Cair, Bantuan Pangan Beras Disalurkan Sekaligus Buat 3 Bulan

3. Rasa dan Aroma

Masyarakat tidak perlu khawatir karena nasi yang dihasilkan dari beras fortifikasi memiliki rasa, aroma, dan tekstur yang hampir sama dengan nasi dari beras biasa.

Perbedaannya nyaris tidak terasa apabila dimasak dengan benar.

4. Harga

Dikarenakan melalui proses fortifikasi dengan teknologi tambahan, harga beras fortifikasi umumnya sedikit lebih tinggi dibandingkan beras biasa.

Selisih biaya produksinya berkisar antara Rp 700 hingga Rp 2.000 per kilogram. Namun, harga di pasaran dapat berbeda karena beras fortifikasi termasuk dalam kategori beras khusus.

Melalui penerapan beras fortifikasi dalam program MBG, pemerintah berharap makanan yang diterima masyarakat tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral penting guna menunjang kesehatan serta menurunkan risiko stunting dan kekurangan gizi. (Tka)

#Beras #Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional #Produksi Beras #Stunting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari sistem penyediaan makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Indonesia
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Pada tempat penggilingan, harga rata-rata harga beras naik 0,26 persen secara bulanan (MtoM), dan 6,89 persen secara tahunan.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram
Indonesia
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
BGN kini sudah menutup lebih dari 2.000 dapur MBG. Alasannya karena SPPG tersebut tidak memenuhi syarat higiene.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Beras Subsidi SPHP Dioplos Jadi Beras Premium, 2.000 Jaringan Rumah Pangan Kita Diperiksa
Dalam penyaluran beras SPHP, Bulog menetapkan sejumlah ketentuan bagi gerai penyalur, termasuk larangan membuka kemasan maupun mencampur beras SPHP dengan beras lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Beras Subsidi SPHP Dioplos Jadi Beras Premium, 2.000 Jaringan Rumah Pangan Kita Diperiksa
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
6 Pejabat Bulog Dicopot Usai Ditemukan Beras Oplosan SPHP Dijual Harga Premium
Kebijakan tersebut diterapkan tanpa menyimpulkan adanya keterlibatan pejabat, karena seluruh proses hukum dan investigasi masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku di instansi berwenang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
6 Pejabat Bulog Dicopot Usai Ditemukan Beras Oplosan SPHP Dijual Harga Premium
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
Beras SPHP Dioplos dan Dijual Dengan Harga Premium, Bulog Bentuk Satgas
Pembentukan satgas khusus itu menjadi salah satu langkah penguatan agar pelaksanaan program semakin tertib dan terukur.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Beras SPHP Dioplos dan Dijual Dengan Harga Premium, Bulog Bentuk Satgas
Bagikan