Jangan Salah Pilih, Ini 3 Cara Membedakan Beras Fortifikasi

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Jangan Salah Pilih, Ini 3 Cara Membedakan Beras Fortifikasi

Ilustrasi nasi dar sumer beras fortifikasi. Foto: PEXEL/ Robert Moutongoh

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Beras fortifikasi tengah menjadi perhatian setelah Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengungkap adanya produk yang diklaim sebagai beras fortifikasi, tetapi diduga tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain persoalan kandungan dan kesesuaian klaim, harga produk yang ditemukan juga menjadi sorotan.

Baca juga:

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut beras fortifikasi seharusnya mendapat dukungan subsidi pemerintah karena ditujukan untuk membantu meningkatkan asupan gizi masyarakat.

Dalam pengumpulan sampel, pemerintah bahkan menemukan beras fortifikasi yang dijual hingga sekitar Rp57.000 per kilogram. Padahal, menurut Amran, harga yang seharusnya berada di kisaran Rp13.000 per kilogram.

Lantas, apa sebenarnya beras fortifikasi dan bagaimana proses pembuatannya?

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi merupakan produk pangan yang diperkaya dengan vitamin dan mineral penting untuk meningkatkan nilai gizinya.

Sejumlah zat gizi yang dapat ditambahkan antara lain zat besi, seng (zinc), asam folat atau vitamin B9, vitamin B1, hingga vitamin B12.

Teknologi fortifikasi dikembangkan untuk membantu mempertahankan atau menambahkan kembali zat gizi yang dapat berkurang selama proses pengolahan beras.

Baca juga:

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Rugikan Konsumen Rp 89 Triliun, Standar dan Kandungan Tidak Sesuai

Salah satu sejarah penting pengembangan beras fortifikasi terjadi di Filipina. Pada era 1940-an, Dr. Juan Salcedo Jr. mengembangkan pendekatan untuk menghadapi masalah beri-beri yang berkaitan dengan kekurangan vitamin B1 atau tiamin.

Kekurangan tiamin saat itu dikaitkan dengan proses pengolahan beras. Penyisihan modern dapat mengikis lapisan luar beras yang mengandung sejumlah zat gizi.

Empat Teknologi Pembuatan Beras Fortifikasi

Mengutip publikasi yang tersedia melalui National Center for Biotechnology Information (NCBI), terdapat beberapa teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan beras fortifikasi.

1. Ekstrusi panas

Dalam metode ini, tepung beras dicampur dengan vitamin atau mineral serta air. Campuran kemudian diproses menggunakan ekstruder untuk membentuk butiran yang menyerupai beras.

Butiran tersebut selanjutnya dicampurkan dengan beras biasa dan saat dimasak dapat menghasilkan nasi dengan karakteristik yang menyerupai nasi pada umumnya.

2. Ekstrusi dingin

Metode ini menggunakan proses dengan suhu lebih rendah dibandingkan ekstrusi panas. Hasilnya berupa butiran yang dapat memiliki tampilan berbeda dari beras biasa.

Butiran hasil fortifikasi kemudian dicampurkan dengan beras reguler dengan perbandingan tertentu agar kandungan zat gizi dapat tersebar dalam campuran.

Baca juga:

Pemerintah Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan, Harga Tembus Rp 57.600 per Kg

3. Pelapisan

Pada metode pelapisan, mikronutrien dengan konsentrasi tinggi diberikan pada sebagian beras. Butiran tersebut kemudian dilapisi menggunakan bahan yang dapat dimakan dan relatif tahan terhadap air.

Butiran yang sudah dilapisi selanjutnya dicampurkan dengan beras biasa. Salah satu tantangannya adalah kemungkinan berkurangnya lapisan atau zat gizi tertentu selama proses pencucian dan pengolahan.

4. Penaburan

Dalam metode ini, beras yang telah dipoles dicampur dengan premiks vitamin atau mineral berbentuk bubuk.

Premiks kemudian menempel pada permukaan butiran beras melalui proses tertentu sebelum dicampurkan dengan beras biasa.

3 Cara Membedakan Beras Fortifikasi

Beras fortifikasi tidak selalu memiliki tampilan yang berbeda secara mencolok dari beras biasa. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan penampilan fisik sebagai satu-satunya dasar.

Meski demikian, ada beberapa hal yang dapat diamati ketika membeli beras.

1. Tidak selalu mengkilap

Banyak klaim yang beredar di masyrakat menyeutkan bahwa beras fortifikasi punya warna yang lebih menarik dibanding dengan beras biasa. Hal tersebut tidak selalu benar. Justru beras yang terlalu menunjukan bentuk terlalu mengkilap harus diwaspadai menggunakan bahan tambahan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

2. Aroma

Walaupun proses pengolah beras fortifikasi dengan rangkaian teknologi pangan tida berarti akan menghasilakn aroma tertentu justru jika ada beras yang diklaim fortifikasi namun menunjukkan bau yang menyengat dan tidak normal, kamu harus waspada.

3. Tekstur

Sebagai makanan, beras fortifkasi yang sudah matang menjadi nasi tidak memberikan perbedaan khusus dengan nasi biasa. Makanya ketika menemukan nasi fortifikasi dengan tekstur tertentu harus diwaspadai. (Tka)

#Beras #Beras Fortifikasi #Tips
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak konsumen sekaligus kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Indonesia
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Amran menyoroti dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga tinggi mencapai Rp 57.000 per kilogram, padahal harga seharusnya berada sekitar Rp 13.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Indonesia
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Hati-hati skandal kecurangan beras fortifikasi palsu! Mentan Amran Sulaiman bongkar modus 25 merek nakal yang jual beras hingga Rp57 ribu per kg. Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Berita
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Kementan mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar. Simak daftar merek, kandungan, dan penjelasan beras fortifikasi.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Indonesia
Jangan Salah Pilih, Ini 3 Cara Membedakan Beras Fortifikasi
Beras fortifikasi tidak selalu memiliki tampilan yang berbeda secara mencolok dari beras biasa. Berikut beberapa hal yang dapat diamati ketika membeli beras.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Jangan Salah Pilih, Ini 3 Cara Membedakan Beras Fortifikasi
Indonesia
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan
temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label, sehingga merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan
Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Rugikan Konsumen Rp 89 Triliun, Standar dan Kandungan Tidak Sesuai
Amran menjelaskan temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena beras merupakan pangan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Rugikan Konsumen Rp 89 Triliun, Standar dan Kandungan Tidak Sesuai
Indonesia
Pemerintah Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan, Harga Tembus Rp 57.600 per Kg
Pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai kandungan gizi pada label. Harganya disebut mencapai Rp 57.600 per kg.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Pemerintah Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan, Harga Tembus Rp 57.600 per Kg
Indonesia
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Abu vulkanis Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu jarak pandang dan membuat jalan licin. Simak 6 tips aman berkendara motor saat terjadi paparan abu.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 September 2026
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Indonesia
El Nino Makin Panjang, Bantuan Beras Bakal Dilanjut Sampai Akhir Tahun
Penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
El Nino Makin Panjang, Bantuan Beras Bakal Dilanjut Sampai Akhir Tahun
Bagikan