MerahPutih.com - Pemerintah mengklaim terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi El Nino sekaligus memitigasi dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap masyarakat dan aktivitas perekonomian di daerah terdampak.
Pemerintah akan melanjutkan program bantuan pangan 30 kilogram beras hingga bulan Desember, yang diterima oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,
Kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (7/9).
Penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
Baca juga:
Pemerintah Bakal Luncurkan Beras Kita Ganti Beras SPHP, Warna Kemasan Berubah Jadi Biru
Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,
jelas Airlangga.
Di sisi lain, Pemerintah terus memonitor dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di daerah terdampak. Pemantauan dilakukan untuk melihat sektor dan aktivitas yang mengalami gangguan serta perkembangan kondisi di berbagai provinsi terdampak.
Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,
ujar Airlangga.
Pemerintah juga mencermati dampak aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pemantauan untuk mengidentifikasi sejauh mana aktivitas masyarakat mengalami penurunan.
Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,
jelas Airlangga.
Selain aktivitas masyarakat, Pemerintah turut mencermati gangguan terhadap sektor logistik, termasuk penerbangan yang memiliki keterkaitan dengan pengangkutan kargo. Pemantauan terhadap kondisi tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan dampak erupsi di sejumlah wilayah.
"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo," ungkap Airlangga.
Pemerintah masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan berapa lama penutupan atau pembatasan pada sektor penerbangan perlu dilakukan. (Asp)