Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan

Mengenal apa itu beras fortifikasi yang dipakai MBG. Foto: Unsplash/Rens D

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Masyarakat dihebohkan dengan skandal beras fortifikasi palsu yang dibanderol dengan harga tak masuk akal hingga Rp57.000 per kilogram.

Menanggapi kecurangan beras fortifikasi ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung turun tangan dan menegaskan bahwa produk tersebut sebenarnya dibuat khusus untuk kelompok rentan demi mencegah stunting, bukan juga untuk menggantikan beras premium.

Kasus penipuan harga beras fortifikasi ini jelas bikin geram, apalagi tujuannya sengaja dibelokkan oleh oknum pemburu rente demi meraup untung gila-gilaan dari masyarakat.

Baca juga:

Jangan Salah Pilih, Ini 3 Cara Membedakan Beras Fortifikasi

Menurut Mentan Amran, fungsi beras fortifikasi sejatinya ditujukan untuk memenuhi gizi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan masyarakat kurang mampu.

Namun mirisnya, lewat manipulasi label gizi yang belum tentu benar, puluhan produsen nakal justru menjadikannya ladang basah untuk mengeruk duit konsumen.

Modus Ganti Baju: Dari Premium ke Fortifikasi

Praktik kotor ini terbongkar dalam ekspos hasil pemeriksaan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (15/9).

Rupanya, mafia beras mulai pintar mencari celah hukum. Ketika pemerintah mulai tegas menyikat manipulasi pada beras premium, mereka buru-buru mengganti kemasan seolah-olah menjual beras bernutrisi tinggi.

Beras fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Tetapi saat ini terjadi pergeseran. Ketika beras premium dulu ditindak, sekarang muncul beras fortifikasi. Ini bergeser,

tegas Mentan Amran.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), peredaran beras di pasaran untuk kategori premium dan fortifikasi menyentuh angka 39 persen. Namun kini, kuota premium tersebut dicurigai kuat sengaja digeser menjadi fortifikasi abal-abal.

Harga Digoreng Berkali Lipat, Konsumen Rugi Rp89 Triliun

Kamu mungkin bertanya-tanya, seberapa besar keuntungan yang diraup oknum ini? Secara hitung-hitungan logis, Mentan menjelaskan bahwa biaya tambahan produksi untuk proses fortifikasi (menambahkan vitamin/mineral ke dalam beras) cuma sekitar Rp1.000 per kilogram. Harusnya, harga jual di pasaran masih bersahabat di angka Rp13.000-an per kilogram.

Namun kenyataannya, harga beras ini digoreng hingga Rp57.000 per kilogram, menciptakan selisih keuntungan gelap sebesar Rp44.000 per kilonya.

Dari selisih harga fantastis dengan klaim nutrisi fiktif ini, negara dan konsumen ditaksir menelan kerugian raksasa hingga Rp89 triliun. Amran tentu saja sangat menyayangkan hal ini, mengingat pemerintah dari hulu ke hilir sudah jor-joran memberikan subsidi benih, pupuk, hingga traktor ke petani.

Daftar 25 Inisial Merek yang Diduga Curang

Pemerintah memang belum menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus untuk kategori ini, berbeda dengan beras medium (Rp13.500 - Rp15.500) dan premium (Rp14.900 - Rp15.800). Celah ketiadaan regulasi inilah yang diakali.

Baca juga:

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan

Saat ini, Kementan sudah mengantongi daftar 25 merek beras yang diduga kuat melakukan pelanggaran label dan standar gizi. Biar kamu lebih waspada saat belanja, berikut adalah 25 inisial merek beras yang masuk daftar pantauan pemerintah:

WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

Buat kamu yang sering berbelanja kebutuhan pokok, mulai sekarang wajib lebih teliti mengecek label dan harga. Jangan sampai niat hati membeli nutrisi ekstra untuk keluarga, malah terjebak permainan harga dari mafia pangan yang nggak bertanggung jawab.

#Beras #Beras Fortifikasi #Merek Beras Fortifikasi #Apa Itu Beras Fortifikasi #Kandungan Beras Fortifikasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Beras Kita Premium Keluaran Bulog Bisa Buat MBG
Beras Kita Medium menjadi identitas baru beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sedangkan Beras Kita Premium merupakan produk premium Bulog.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Beras Kita Premium Keluaran Bulog Bisa Buat MBG
Indonesia
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya zat gizi tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Indonesia
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Bulog memiliki stok yang cukup untuk memperkuat pasokan ke pasar. Stok beras Bulog saat ini sekitar 4,6 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Indonesia
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Sementara harga rata-rata nasional beras premium Rp16.495 per kilogram, sedangkan HET zona 1 yang ditetapkan Rp14.900 per kilogram, zona 2 Rp15.400 dan zona 3 Rp15.800.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Indonesia
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Besarnya volume tersebut menunjukkan kapasitas CBP yang dikerahkan untuk memperkuat pasokan pasar, sekaligus menopang akses pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak konsumen sekaligus kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Indonesia
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Amran menyoroti dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga tinggi mencapai Rp 57.000 per kilogram, padahal harga seharusnya berada sekitar Rp 13.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Indonesia
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Hati-hati skandal kecurangan beras fortifikasi palsu! Mentan Amran Sulaiman bongkar modus 25 merek nakal yang jual beras hingga Rp57 ribu per kg. Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Berita
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Kementan mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar. Simak daftar merek, kandungan, dan penjelasan beras fortifikasi.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Bagikan