Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar

ImanKImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar

Ilustrasi beras fortifikasi. Foto Magnific

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beras menjadi perhatian setelah Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap temuan terhadap sejumlah produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi. Pemerintah menyebut ada 25 merek yang diduga tidak memenuhi standar kandungan gizi dan tidak sesuai dengan informasi pada label.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam ekspos hasil pemeriksaan beras fortifikasi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Kementan menyebut pengujian dilakukan terhadap produk yang beredar di pasaran. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan 25 merek tidak memenuhi ketentuan kandungan dan mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Kementan menyebut pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah laboratorium, termasuk Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab.

Hasil pengujian digunakan untuk menilai kesesuaian kandungan produk dengan informasi yang tercantum pada label.

Baca juga:

Pemerintah Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan, Harga Tembus Rp 57.600 per Kg

Amran mengatakan pemerintah menemukan produk yang setelah diuji ternyata tidak sesuai dengan label.

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” ujar Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, dikutip Rabu (16/9/2026).

Pemerintah kemudian memerintahkan penarikan produk, pencabutan izin, serta proses hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi

Pemerintah
Pemerintah ungkap 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai keterangan gizi pada label. (Foto: dok tim media Bakom)

Berikut daftar 25 merek beras fortifikasi yang diumumkan pemerintah dan disebut tidak memenuhi ketentuan fortifikasi:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Daftar tersebut sesuai dengan nama produk yang dipublikasikan dalam pemberitaan berdasarkan pengumuman pemerintah pada 15 September 2026.

Catatan penting: masuknya suatu merek dalam daftar temuan pemerintah berarti produk tersebut disebut tidak memenuhi syarat atau diduga tidak sesuai standar berdasarkan pemeriksaan, bukan berarti setiap produsen telah dinyatakan bersalah secara hukum. Proses penindakan dan pendalaman masih berjalan.

Baca juga:

Bulog Salurkan 75 Ribu Ton Beras Premium Per Bulan ke Ritel Modern, Pastikan Ketersedian Beras Bagi Warga

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan zat gizi tertentu melalui proses teknologi pangan. Tujuannya untuk meningkatkan kandungan mikronutrien pada beras yang dikonsumsi masyarakat.

Beras fortifikasi dapat mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Berdasarkan ketentuan SNI 9372:2025 tentang Beras Fortifikasi, kandungan yang diatur antara lain vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng.

Dengan demikian, beras fortifikasi bukan sekadar beras biasa yang diberi label memiliki kandungan gizi tambahan. Produk tersebut harus memenuhi persyaratan kandungan, mutu, keamanan, dan pelabelan yang berlaku.

Bapanas sebelumnya juga menegaskan setiap beras fortifikasi yang beredar wajib memenuhi standar keamanan, mutu, kandungan gizi, serta ketentuan informasi pada kemasan.

Kandungan Gizi dalam Beras Fortifikasi

Berdasarkan penjelasan Bapanas mengenai SNI 9372:2025, terdapat batas kandungan sejumlah zat gizi dalam beras fortifikasi.

Dalam setiap 100 gram beras fortifikasi, standar tersebut menetapkan antara lain:

Baca juga:

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Rugikan Konsumen Rp 89 Triliun, Standar dan Kandungan Tidak Sesuai

  • Vitamin B1 minimal 0,25 miligram.
  • Asam folat 0,25-0,38 miligram.
  • Vitamin B12 1,0-1,5 mikrogram.
  • Zat besi 3,50-5,25 miligram.
  • Seng 3,0-4,5 miligram.

SNI tersebut juga mengatur kesesuaian kandungan dengan informasi pada label. Untuk vitamin dan mineral tertentu, kandungan produk setidaknya harus mencapai 80 persen dari nilai yang dicantumkan pada label, sedangkan zat besi dan seng memiliki batas atas 120 persen dari nilai label.

#Merek Beras Fortifikasi #Kandungan Beras Fortifikasi #Apa Itu Beras Fortifikasi #Beras #Beras Fortifikasi #Andi Amran Sulaiman #Amran Sulaiman #Kementan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Beras Subsidi SPHP Dioplos Jadi Beras Premium, 2.000 Jaringan Rumah Pangan Kita Diperiksa
Dalam penyaluran beras SPHP, Bulog menetapkan sejumlah ketentuan bagi gerai penyalur, termasuk larangan membuka kemasan maupun mencampur beras SPHP dengan beras lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Beras Subsidi SPHP Dioplos Jadi Beras Premium, 2.000 Jaringan Rumah Pangan Kita Diperiksa
Indonesia
6 Pejabat Bulog Dicopot Usai Ditemukan Beras Oplosan SPHP Dijual Harga Premium
Kebijakan tersebut diterapkan tanpa menyimpulkan adanya keterlibatan pejabat, karena seluruh proses hukum dan investigasi masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku di instansi berwenang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
6 Pejabat Bulog Dicopot Usai Ditemukan Beras Oplosan SPHP Dijual Harga Premium
Indonesia
Beras SPHP Dioplos dan Dijual Dengan Harga Premium, Bulog Bentuk Satgas
Pembentukan satgas khusus itu menjadi salah satu langkah penguatan agar pelaksanaan program semakin tertib dan terukur.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Beras SPHP Dioplos dan Dijual Dengan Harga Premium, Bulog Bentuk Satgas
Indonesia
Pasar Induk Beras Cipinang Diduga Lakukan Pengoplosan Ribuan Ton Beras SPHP Jadi Beras Premium
Informasi awal menunjukkan barang bukti mencapai sekitar 600 ton, namun jumlah keseluruhan diperkirakan telah mencapai ribuan ton sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Pasar Induk Beras Cipinang Diduga Lakukan Pengoplosan Ribuan Ton Beras SPHP Jadi Beras Premium
Indonesia
Mentan Temukan Beras SPHP Disulap Jadi Beras Premium di Jakarta
Penyidik saat ini masih mendalami apakah beras SPHP tersebut dicampur dengan beras lain atau langsung dikemas ulang sebelum dipasarkan sebagai beras premium.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Mentan Temukan Beras SPHP Disulap Jadi Beras Premium di Jakarta
Indonesia
Butuh Jagung 1,8 Juta Ton Per Tahun, Amran Bangun Sistem Terpadu Peternakan Hulu Hingga Hilir
pemerintah juga mengendalikan harga bungkil kedelai melalui ID FOOD dengan menetapkan harga Rp 8.630 per kilogram agar biaya pakan peternak tetap terkendali.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Butuh Jagung 1,8 Juta Ton Per Tahun, Amran Bangun Sistem Terpadu Peternakan Hulu Hingga Hilir
Indonesia
Harga Beras Naik Rp 50 per Kg, Stok Nasional Diklaim Cukup hingga Juli 2027
Harga beras kini mencapai Rp 16.450 per kilogram atau naik Rp 50. Namun, stok beras nasional diklaim cukup hingga Juli 2027.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Harga Beras Naik Rp 50 per Kg, Stok Nasional Diklaim Cukup hingga Juli 2027
Indonesia
Bulog Luncurkan Kemasan Baru, Beri Nama Beras Kita Medium
Kehadiran Beras Kita Medium juga diharapkan semakin memperkuat identitas beras SPHP sebagai produk pangan pemerintah yang berkualitas dan terjangkau
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Bulog Luncurkan Kemasan Baru, Beri Nama Beras Kita Medium
Indonesia
Beras Kita Premium Keluaran Bulog Bisa Buat MBG
Beras Kita Medium menjadi identitas baru beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sedangkan Beras Kita Premium merupakan produk premium Bulog.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Beras Kita Premium Keluaran Bulog Bisa Buat MBG
Indonesia
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya zat gizi tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Bagikan