MerahPutih.com - Pemerintah menambah alokasi 1 juta ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) medium guna menjaga stabilitas harga selama musim kemarau akibat El Nino. Penambahan ini karena beras dalam kondisi aman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah memperkuat pasokan beras ke pasar dengan menambah alokasi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton.
Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan pasokan beras tetap tersedia sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen. Salah satunya dengan mempercepat penyaluran beras SPHP serta mendorong beras medium dan premium masuk ke jaringan ritel.
Yang pertama, SPHP kita tambah dan beras medium juga premium dorong ke ritel-ritel. Yang kedua, beras pecah atau menir kita stop impornya. Yang ketiga, untuk menekan harga ini, operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah 1 juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat,
tegasnya.
Baca juga:
Beras SPHP Bakal Ganti Nama Jadi Beras Kita
Menurut Mentan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi pemerintah menghadapi periode musim kemarau yang berpotensi menekan produksi dan pasokan di pasar. Pemerintah tidak menunggu tekanan pasokan terjadi, tetapi mengambil langkah lebih awal dengan memperkuat distribusi beras kepada masyarakat.
Dalam rapat tersebut, pemerintah memutuskan penambahan 1 juta ton beras SPHP medium untuk memperkuat ketersediaan beras di pasar. Beras tersebut akan disalurkan melalui berbagai saluran distribusi agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
Selain memperkuat pasokan beras, pemerintah juga mempercepat bantuan pangan dan melakukan operasi pasar secara besar-besaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan masyarakat tidak kesulitan memperoleh beras.
Sudah didorong. Bulog kami minta percepat. Bulog minta percepat,
tegas Mentan.