MerahPutih.com - Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengumumkan 25 merek beras fortifikasi yang sudah beredar di pasaran. Puluhan merek beras tersebut diduga tidak memenuhi standar penambahan zat gizinya.
Daftar 25 merek tersebut adalah Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, FS Nutri Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, Topi Koki Long Grain Crystal.
Lalu, HOK-1 Gohan, Pelikan, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale1, Putri Koki, Well Farm Beras Diabet.
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapakas) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label, sehingga merugikan konsumen hingga Rp 89 triliun.
Baca juga:
Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses. Itu diduga total kerugian Rp89 triliun,
kata Amran dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (15/9).
Apa itu Beras Fortifikasi?
Beras fortifikasi merupakan beras yang melalui proses pabrikasi tambahan. Proses tersebut digunakan untuk menambahkan sejumlah gizi mikro yang baik bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Gizi mikro yang ditambahkan dalam beras fortifikasi di antaranya adalah zat besi, asam folat, vitamin B1, B3, B6, dan zinc. Dengan rangkaian proses teknologi pangan menghasilkan beras kandungan gizi nasi yang dikonsumsi menjadi lebih lengkap.
Menurut kegunaannya sendiri, beras fortifikasi bisa menjadi cara alternatif untuk membantu perbaikan gizi di masyarakat. Misalnya mengatasi masalah stunting, kekurangan gizi mikro hingga anemia. (Tka)