MerahPutih.com - Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga beras di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Rabu (2/9) tercatat berkisar Rp 14.750–Rp 17.700 per kilogram (kg).
Sementara harga beras premium saat ini rata-rata telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) dengan kisaran mencapai Rp 17.000 hingga Rp.18.000 per kilogram. Padahal, HET beras premium berdasarkan regulasi zonasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan di angka Rp 14.900 hingga Rp 15.800 per kilogram
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai operasi pasar Perum Bulog dapat menjadi prioritas jangka pendek pemerintah untuk meredam potensi tekanan inflasi pangan pada September 2026.
Inflasi pangan menjadi kekhawatiran utama pada kuartal III dan IV 2026, terutama seiring risiko gangguan pasokan akibat El Nino.
Bila memang harus menggunakan fiskal, dan betul inflasi pangan yang menjadi kekhawatiran utama, yang dapat menjadi prioritas jangka pendek mestinya sih operasi pasar Bulog untuk stabilisasi beras dan pangan pokok,
kata Dipo.
Selain operasi pasar untuk stabilisasi pasokan beras dan pangan pokok, Dipo turut mengusulkan subsidi biaya transportasi distribusi antardaerah untuk menekan biaya logistik serta percepatan penyaluran bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Dilansir Antara, Dino menilai beras dan cabai menjadi dua komoditas utama yang perlu mendapat perhatian pemerintah memasuki September karena harganya sudah relatif tinggi.
“Soalnya kan pokoknya dua item yang paling utama itu kan beras sama cabe. Harga beras dan cabai sudah cukup tinggi. Harusnya pemerintah bisa lebih mengambil inisiatif prioritas,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan 3,86 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 1,13 persen.