MerahPutih.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Surakarta memastikan musim kemarau panjang tidak mempengaruhi ketersediaan stok beras di wilayah Soloraya. Bahkan, stok sekarang aman hingga akhir tahun 2026.
Kepala Bulog Surakarta, Dwi Yuniarko mengatakan, stok beras di gudang Bulog untuk wilayah Soloraya saat ini berada di kisaran 103 ribu ton.
Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir atas stok beras yang ada di pasar. Bulog pastikan beras yang ada saat ini cukup menyalurkan bantuan pangan periode Juli-September.
Setiap keluarga penerima bantuan mendapat 10 kg per bulan, dan untuk 3 bulan sekaligus disalurkan 30 kg. Total penyaluran bantuan pangan 3 bulan mencapai sekitar 25 ribu ton,
katanya.
Baca juga:
Kirim Beras Premium ke Retail Modern, Bulog Minta Warga Tidak Perlu Khawatir
Dia mengatakan musim kemarau panjang pasti berdampak terutama pada penyerapan gabah petani. Di mana, untuk saat ini harga Gabah Kering Panen (GKP) di petani sudah mencapai Rp 8.000/kg, sementara harga penyerapan Bulog berada di Rp 6.500/kg sesuai HPP.
Penyerapan masih berjalan semaksimal mungkin. Tapi pasti mengalami penurunan karena harga gabah saat ini masih relatif tinggi. Saat ini, hasil pengamatan kami untuk harga gabah saat ini di kisaran Rp. 8.000,- ,
katanya.
Target penyerapan tahun ini sudah mencapai 100% dari realisasi. Untuk menjaga kualitas beras di gudang, Bulog melakukan perawatan rutin berupa spraying setiap bulan dan fumigasi setiap 2-3 bulan sekali.
Kami pakai sistem FIFO, First In First Out. Barang yang pertama masuk, kami dahulukan keluar. Kami juga memastikan beras yang disimpan saat ini masih dalam kondisi baik dan tidak ada yang turun mutu di Gudang Bulog Kancab Surakarta,
tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah).