Pemerintah Bakal Luncurkan Beras Kita Ganti Beras SPHP, Warna Kemasan Berubah Jadi Biru

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Pemerintah Bakal Luncurkan Beras Kita Ganti Beras SPHP, Warna Kemasan Berubah Jadi Biru

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) memperlihatkan kemasan baru beras SPHP jadi Beras Kita Medium, kepada awak media usai Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA/Harianto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah menyepakati mengganti nama dan kemasan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) menjadi "Beras Kita" sebagai identitas baru.

Ini nanti akan dilaunching kemasan baru sekarang. Beras SPHP itu diganti namanya Beras Kita. Nah, kan bagus ya?,

kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan usai Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan Jakarta, Senin (8/9).

Kemasan "Beras Kita" menggunakan warna baru yang telah disepakati bersama, termasuk oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, sebagai identitas produk beras pemerintah.

Pemerintah menjadwalkan peluncuran resmi kemasan baru "Beras Kita" pada 20 Oktober 2026 mendatang bersamaan dengan tiga tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:

Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Buat Stabilkan Harga di Tengah Kemarau

Perubahan nama dan kemasan tersebut semakin memudahkan masyarakat mengenali beras pemerintah sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia. Warna beras SPHP yang tadinya kuning, saat menjadi beras kita akan berwana biru.

Saya langsung setuju warnanya ini. Langsung setuju, bagus sekali warnanya, ya kan? Jadi kita langsung setuju, Pak Mentan juga setuju ini. Ya, semua setuju. Ini akan dilaunching tanggal 20 Oktober mendatang. Ada Beras Kita Medium, ada Beras Kita Premium,

ucap Zulhas.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan beras SPHP akan berganti kemasan dan nama menjadi Beras Kita Medium sebagai identitas baru program stabilisasi pasokan dan harga pangan pemerintah. enggunaan nama Beras Kita mengikuti penamaan berbagai produk pemerintah seperti Minyakita dan Gula Manis Kita yang merepresentasikan semangat Keluarga Indonesia Sejahtera bagi masyarakat.

Identitas SPHP tetap dipertahankan pada kemasan baru, namun ditampilkan lebih kecil sebagai penjelasan bahwa produk tersebut merupakan bagian program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Selain itu pemerintah juga menghadirkan Beras Kita Premium untuk menggantikan berbagai merek premium sebelumnya sehingga identitas beras pemerintah menjadi lebih sederhana dan mudah dikenali masyarakat.

Perubahan kemasan dilakukan agar Beras Kita Medium maupun Premium memiliki tampilan lebih menarik sehingga mampu bersaing dengan produk beras swasta sekaligus meningkatkan daya tarik masyarakat saat berbelanja di pasaran.

Peluncuran Beras Kita Medium bersama Beras Kita Premium dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 bertepatan dengan memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana, Beras Kita Medium tetap memperoleh subsidi pemerintah bagi masyarakat sasaran, sedangkan Beras Kita Premium dipasarkan tanpa subsidi untuk konsumen umum yang menginginkan beras berkualitas premium.

Pergantian nama dan kemasan itu telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) antara Menko Pangan bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman.

Selain itu dihadiri pula Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan pihak terkait lainnya di Jakarta. (*)

#Beras #Harga Pangan #Beras Kita
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya zat gizi tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Indonesia
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Bulog memiliki stok yang cukup untuk memperkuat pasokan ke pasar. Stok beras Bulog saat ini sekitar 4,6 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Indonesia
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Kemendag mendorong dinas perdagangan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk turut melakukan pengawasan distribusi Minyakita di wilayah masing-masing
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Indonesia
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Sementara harga rata-rata nasional beras premium Rp16.495 per kilogram, sedangkan HET zona 1 yang ditetapkan Rp14.900 per kilogram, zona 2 Rp15.400 dan zona 3 Rp15.800.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Indonesia
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Besarnya volume tersebut menunjukkan kapasitas CBP yang dikerahkan untuk memperkuat pasokan pasar, sekaligus menopang akses pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Indonesia
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Cari tahu update harga pangan hari ini sebelum ke pasar! Harga cabai rawit merah meroket sampai Rp84.400 dan telur ayam ikut naik. Intip daftar harga sembako terkini selengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Cek Update Harga Pangan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu Bikin Dompet Menjerit
Indonesia
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Amran menyoroti dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga tinggi mencapai Rp 57.000 per kilogram, padahal harga seharusnya berada sekitar Rp 13.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Indonesia
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Hati-hati skandal kecurangan beras fortifikasi palsu! Mentan Amran Sulaiman bongkar modus 25 merek nakal yang jual beras hingga Rp57 ribu per kg. Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Bagikan