El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau

Kekeringan (foto: unsplash/redccharlie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gempuran fenomena iklim El Nino berkategori sangat kuat secara brutal terus mencengkeram wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga memicu ancaman kiamat ekologis yang membahayakan keberlangsungan hidup berbagai satwa endemik lokal.

Anomali suhu permukaan laut yang melonjak tajam telah menyedot ketersediaan air tanah serta memicu kemarau panjang ekstrem yang siap mengantar spesies langka menuju jurang kepunahan lokal dalam waktu dekat.

Kondisi darurat ini kian memprihatinkan lantaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi awal musim hujan di wilayah NTB resmi mengalami kemunduran parah hingga Desember 2026 mendatang.

Baca juga:

BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober

Satwa Endemik Asli NTB Mulai Kehabisan Air dan Makanan

Kepada media dikutip Kamis (17/9), Guru Besar Ekologi Hewan Universitas Mataram (Unram), I Wayan Suana, menegaskan populasi satwa endemik yang sudah sangat terbatas kini berada dalam kondisi amat ringkih akibat mendapat tekanan lingkungan yang bertubi-tubi.

Guguran daun dan mengeringnya vegetasi hutan membuat kelompok hewan langka pemakan buah, biji-bijian, amfibi, hingga satwa bertubuh kecil menjadi korban paling merana akibat kehilangan pasokan pakan serta sumber air minum alami.

Untuk NTB, perhatian khusus juga perlu diberikan kepada spesies endemik dan terancam punah karena populasinya sudah relatif kecil, sehingga tambahan tekanan akibat kekeringan dapat meningkatkan risiko kepunahan lokal,

Guru Besar Ekologi Hewan Universitas Mataram I Wayan Suana

Baca juga:

Kronologi Tragis Orangutan Sempurna Mati Akibat Kabut Asap, Sempat Kritis di Kebun Sawit

Suhu Terik dan Ancaman Kebakaran Hutan

Tak hanya krisis logistik makanan, tingginya tumpukan ranting serta dedaunan kering di area perbukitan memicu risiko bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sanggup meratakan ruang hidup satwa dalam hitungan jam.

BMKG mencatat indeks El Nino saat ini telah menembus angka sangat kuat mencapai +2,74 derajat Celcius yang secara otomatis mengunci cuaca panas terik di tanah Nusa Tenggara hingga akhir tahun.

Wayan Suana menekankan sinergi kolektif antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat untuk memberikan ruang adaptasi bagi fauna Nusantara agar tidak sampai punah di tanah kelahirannya sendiri.

"Pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi sangat penting karena pada musim kemarau panjang, vegetasi kering meningkatkan risiko kebakaran yang dapat menyebabkan kehilangan habitat dalam waktu sangat singkat," tandas Guru Besar Ekologi Hewan Universitas Mataram itu. (*)

#El Nino #Nusa Tenggara Barat (NTB) #Musim Kemarau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Dunia
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Terjadi persis seperti yang telah diperkirakan para ilmuwan sejak puluhan tahun lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Indonesia
Dari Air Bersih hingga Sawah, Jurus Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penanganan darurat telah dilakukan di 2.200 lokasi yang terdampak kekeringan di berbagai daerah.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Dari Air Bersih hingga Sawah, Jurus Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi
Indonesia
El Nino Makin Panjang, Bantuan Beras Bakal Dilanjut Sampai Akhir Tahun
Penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
El Nino Makin Panjang, Bantuan Beras Bakal Dilanjut Sampai Akhir Tahun
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Indonesia
El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem
WMO memperkirakan kemungkinan suhu pada September November 2026 berada di atas normal di hampir seluruh wilayah daratan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem
Dunia
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
PBB melalui Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
Bagikan