Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pramono-Rano Diharap Tuntaskan Janji Lama dan Tantangan Pesisir Saat Setahun Menjabat

Angga Yudha Pratama - Jumat, 20 Februari 2026

Merahputih.com - Warna oranye bus Transjakarta kini tak lagi hanya menghiasi aspal ibu kota, melainkan sudah mulai merambah jauh ke wilayah penyangga, membawa ribuan komuter pulang dengan lebih tenang. Di sudut lain, pemandangan tiang-tiang monorel yang belasan tahun berdiri kaku bak monumen kegagalan, satu per satu mulai hilang dari pandangan.

Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, Jakarta tampak tidak sedang melakukan revolusi yang gaduh, melainkan perbaikan demi perbaikan kecil dengan dampak yang mulai terasa di kantong dan waktu tempuh warga.

Baca juga:

Tarif Parkir Rp 100 Ribu Viral, Pramono Pastikan Jukir Liar Tanah Abang Bakal Ditindak

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai kepemimpinan Pramono-Rano membawa perubahan positif melalui pendekatan kebijakan yang inkremental namun solutif. Capaian mulai dari perluasan transportasi Transjabodetabek hingga keberlanjutan bantuan sosial pendidikan dianggap sebagai langkah yang tepat sasaran.

"Sekarang karena beliau sudah menjabat, ini dilanjutkan saja hal-hal yang baik. Misalnya mengenai konektivitas transportasi. Ini kan sekarang tidak hanya di Jakarta tapi sudah menyangkut wilayah luar Jakarta," ujar Trubus saat dihubungi, Jumat (20/2).

Sinergi Aglomerasi dan Beban APBD

Perluasan rute transportasi hingga ke luar batas administratif Jakarta memang berisiko menambah beban subsidi pada APBD. Oleh karena itu, muncul saran agar daerah penyangga yang terlintasi layanan Transjabodetabek turut mengalokasikan anggaran pendukung guna menjaga keberlanjutan operasional.

"Jadi ikut membantu. Jadi anggarannya tidak berasal dari APBD DKI semua. Jadi mereka juga berkontribusi lah. Itu yang penting," jelas Trubus.

Selain urusan aspal, penguatan Dewan Kawasan Aglomerasi sesuai amanah Undang-Undang Nomor 2 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) menjadi sorotan utama.

Jakarta di bawah kendali Pramono dinilai mampu memposisikan diri sebagai dirigen bagi wilayah Jabodetabek-Cianjur dalam menangani isu akut seperti polusi udara dan kemacetan lintas batas.

Menuntaskan Janji Lama dan Tantangan Pesisir

Di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Upaya ini dipandang krusial dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju visi Jakarta sebagai kota global.

Namun, transparansi data tetap menjadi catatan agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

Baca juga:

Ramai Keluhan di Media Sosial, Pramono Siap Tertibkan Lapangan Padel tak Berizin

Apresiasi juga mengalir atas keberanian Pemprov DKI menyelesaikan proyek-proyek mangkrak. Mulai dari pembongkaran tiang monorel, kelanjutan RS Sumber Waras, hingga pembangunan jembatan penghubung Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol yang meningkatkan integrasi kawasan wisata.

Meski banyak rapor hijau, ancaman air pasang di utara Jakarta tidak boleh dilupakan.

"Banjir rob kalau itu harusnya diselesaikan. Itu yang penting itu," tandas Trubus mengingatkan bahwa penanganan wilayah pesisir adalah ujian nyata bagi ketangguhan Jakarta di masa depan.

Baca Artikel Asli