Merahputih.com - Paris Saint Germain (PSG) dikabarkan siap melempar tawaran dengan angka fantastis demi mendaratkan penyerang sayap milik Bayern Munchen, Michael Olise.
Laporan media Prancis, L'Equipe, mengonfirmasi pergerakan senyap jawara ganda Eropa tersebut mengamankan jasa sang pemain berusia 24 tahun.
Baca juga:
Manajemen PSG memancarkan aura optimisme tinggi sanggup merampungkan kesepakatan besar ini sebelum kompetisi musim baru bergulir.
Paris Saint-Germain bersiap mencoba mendatangkan Michael Olise selama jendela transfer musim panas,
L'Equipe dalam laporan terbarunya.
Perang Harga Dua Raksasa
Langkah ambisius PSG dipastikan menemui jalan terjal mengingat status sang pemain tengah berada puncak performa.
Ketua Dewan pengawas FC Bayern Munchen, Herbert Hainer, bahkan sempat menegaskan Olise tidak dijual karena dinilai aset berharga klub Bavaria.


Ketertarikan Paris sekaligus memanaskan rumor setelah sebelumnya nama sang penyerang sempat dikaitkan erat menuju Real Madrid.
Data performa mentereng serta profil Michael Olise sepanjang musim kompetisi:
-
Statistik Gol: Melosakkan total 22 gol sepanjang musim kompetisi domestik dan Eropa.
-
Kontribusi Umpan: Mencetak rekor impresif lewat sumbangan 31 asis lintas kompetisi.
-
Prestasi Klub: Membawa Bayern Munich meraih gelar treble domestik musim ini.
-
Durasi Kontrak: Terikat komitmen masa bakti bersama Die Roten hingga tahun 2029.
-
Agenda Internasional: Sedang mempersiapkan diri melakoni debut Piala Dunia bersama timnas Prancis.
Godaan Pulang Kampung Hantui Bayern
Performa luar biasa pemain kelahiran London ini membuat masa depan di Allianz Arena menjadi perbincangan hangat pelaku sepak bola.
Baca juga:
Barcelona Siap Borong Lima Wonderkid Eropa Andalan Bayern Munchen Hingga Newcastle United
Meski memiliki kontrak jangka panjang, magnet bermain di tanah kelahiran tampaknya bisa menjadi faktor pembeda keputusan akhir Olise.
Publik kini menanti kesiapan PSG menggelontorkan dana melimpah meruntuhkan pertahanan finansial Bayern Munich. Keberhasilan transfer ini diyakini bakal mengubah peta kekuatan kompetisi elite Eropa musim depan.