MerahPutih.com – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menaikkan tarif Transjabodetabek memicu perhatian daerah penyangga ibu kota.
Wali Kota (WalkoT Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bahkan langsung menghubungi Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo untuk memastikan subsidi transportasi tersebut tidak dicabut.
“Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi, jangan sampai kemudian tidak disubsidi,” kata Pramono, kepada media di Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
Baca juga:
Gubernur Pramono Segera Umumkan Penaikan Tarif Transjabodetabek
Subsidi Tetap, Tarif Naik
Pramono menegaskan Pemprov DKI tidak akan mencabut subsidi Transjabodetabek. Namun, dia memastikan akan ada penyesuaian kenaikkan tarif, khususnya rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Enggak mungkin tidak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi,
Gubernur Jakarta Pramono Anung
Menurut Pramono, penyesuaian tarif dilakukan agar layanan tetap berkelanjutan, tanpa menghilangkan fungsi subsidi sebagai bentuk public service obligation (PSO).
Tarif Terlalu Murah Jauh di Bawah DAMRI
Khusus rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, Gubernur Jakarta menjelaskan saat ini tarifnya hanya Rp 3.500, jauh di bawah harga bus DAMRI yang mencapai Rp 80.000 atau taksi dengan tarif rata-rata Rp 200.000.
Baca juga:
Tarif TransJakarta Bakal Naik, Pemprov Janji Tetap Masih Ramah di Kantong
“Kalau kemudian Rp 3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian,” tandas DKI 1, julukan untuk orang nomor satu di Pemprv Jakarta itu. (Asp)