MerahPutih.com - Kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta memaksa pemerintah daerah bergerak cepat.
Baca juga:
Seribu ASN DKI Terdampak Kebakaran Gedung Bapenda, Pramono Berlakukan WFH/WFA
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pelayanan publik tidak boleh berhenti. Solusi sementara ASN yang terdampak akan direlokasi sementara ke gedung di kawasan Cikini.
Kami sudah merencanakan di Cikini, salah satu gedung yang akan digunakan sebagian besar ASN yang akan kita pindahkan akibat kebakaran,
Gubernur Pramono Anung, Minggu (9/8).
Gedung Bapenda yang terbakar sebelumnya digunakan jajaran ASN Bapenda, Dinas Perhubungan, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Untuk sementara, ASN itu dipindahkan ke unit kerja masing-masing, sembari menunggu penempatan baru di gedung Cikini.
Baca juga:
Kantor Bapenda DKI di Abdul Muis Terbakar, 20 Unit Mobil Damkar Padamkan Api
Layanan Publik Dijaga Tetap Normal
Pramono menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu. Salah satu perhatian utama adalah Command Center Dinas Perhubungan di lantai 16 gedung yang terbakar. Command Center ini vital untuk pengaturan transportasi, termasuk kebutuhan VVIP.
Supaya tidak mengalami hambatan, maka saya sudah menyetujui untuk backup yang ada di MT Haryono dinyalakan,
Gubernur Pramono Anung
Meski ada penyesuaian, sistem cadangan di MT Haryono memastikan pengaturan transportasi tetap berjalan. Namun, beberapa pengaturan lalu lintas, terutama lampu, kemungkinan dilakukan manual. Pemprov DKI menambah petugas di lapangan untuk mengantisipasi hal ini.
Baca juga:
Gedung Bapenda DKI Terbakar, Data Perpajakan dan Aset DKI Dipastikan Aman
Perpajakan Tetap Aman
Pelayanan perpajakan Bapenda dipastikan tidak terganggu. Data perpajakan telah terdigitalisasi sehingga kebakaran tidak memengaruhi proses penarikan pajak.
“Digitalisasi membuat layanan tetap berjalan meski gedung terdampak,” imbuh Pramono.
Gangguan justru berpotensi terjadi pada pengaturan lalu lintas. Untuk itu, Pemprov DKI menegaskan akan menebalkan jumlah petugas di titik-titik strategis.
“Nanti kami akan tebal-kan dengan orang (petugas) yang secara langsung bertugas di lapangan,” tandas Gubernur. (Pon)