MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta memutuskan pengelolaan transportasi dari Jakarta daratan menuju Kepulauan Seribu akan dialihkan ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Rencana tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027 setelah regulasi dan skema tarif disiapkan.
Baca juga:
Pemprov DKI Siapkan Rute Transjakarta ke Kepulauan Seribu
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pengelolaan transportasi ke Kepulauan Seribu selama ini berada di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI belum efisien.
Jadi, Pemprov DKI akan menyiapkan mekanisme baru dengan menyerahkan pengelolaannya kepada Transjakarta.
Berdasarkan itu, akhirnya saya memutuskan untuk mengelola transportasi dari katakanlah Jakarta daratan, ke Kepulauan Seribu, itu akan dikelola oleh Transjakarta.
kata Pramono. Senin (10/8)
Pramono menyebutkan, mekanisme pengelolaan transportasi laut ke Kepulauan Seribu masih dimatangkan.
Pemprov DKI perlu menyiapkan perubahan regulasi, termasuk Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Gubernur (Pergub), hingga skema tarif.
"Nanti mekanismenya sedang dimatangkan karena harus merubah Perda, Pergub, dan nanti berapa tarifnya, yang pasti tarifnya akan lebih murah kalau dikelola secara profesional seperti apa yang dilakukan saat ini di Transjakarta," urainya.
Baca juga:
Pramono Ingin Persija Juara, Trofi Liga Jadi Kado HUT ke-500 Jakarta
Pramono Sebut Jumlah Penumpang Transjakarta Jadi Pertimbangan
Menurut dia, keputusan tersebut diambil setelah melihat kinerja Transjakarta yang dinilai mampu mengelola layanan transportasi publik dalam skala besar di Jakarta.
Kami melihat ini menjadi sangat tidak efisien karena pengalaman yang ada di Jakarta sendiri, di lima wilayah perkotaan yang ada, performa dari Transjakarta sekarang ini cukup sangat baik, mengelola kurang lebih hampir 10.000 bus, lebih bahkan.
tambah Pramono
Selain itu, Pramono juga menyinggung meningkatnya jumlah penumpang Transjakarta sebagai salah satu dasar pertimbangan pemerintah.
"Ketepatan waktu, kemudian di lapangannya, dan seperti kita ketahui peningkatan orang menggunakan Transjakarta juga tinggi sekali. Buan ini aja, bulan lalu aja naik menjadi 14,99 persen, ini kenaikannya," ucapnya.
"Ini menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta sekarang memberikan kepercayaan kepada Transjakarta," lanjutnya menyudahi. (Asp)