MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan peningkatan kapasitas KRL lintas Rangkasbitung atau Green Line dengan memangkas jarak waktu kedatangan antar-KRL atau headway dari 10-15 menit menjadi 4-5 menit.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyebutkan, peningkatan kapasitas dilakukan melalui penambahan gardu traksi dan penguatan sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung.
Baca juga:
KRL Bakal Diperpanjang ke Cikampek dan Lido, Ditargetkan Rampung 2028
KAI Tambah KRL Rangkasbitung
Pada 2026, KAI mulai menambah lima gardu traksi sekaligus meningkatkan kapasitas sembilan gardu yang telah beroperasi.
Pekerjaan tersebut ditargetkan membuat seluruh lintas Rangkasbitung dapat dilalui rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12 pada semester I-2027.
Dan yang di arah Rangkas itu akan kita tambah juga, akan kita tingkatkan juga persinyalan sehingga yang sekarang itu 10-15 menit headwaynya itu akan kita persingkat menjadi 4-5 menit headway dari kereta yang tadinya sudah SF12.
kata Bobby di Jakarta, Kamis (24/9)
Menurut Bobby, peningkatan prasarana di lintas Rangkasbitung menjadi bagian dari upaya KAI mengejar peningkatan kapasitas angkutan KRL Jabodetabek.
Saat ini, rata-rata jumlah penumpang KRL Jabodetabek mencapai 1,1 juta orang per hari dan dapat meningkat hingga 1,3 juta penumpang pada periode puncak.
Baca juga:
KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan KRL Bogor, ini Jadwal dan Alasannya
KAI Siapkan Rekayasa Perjalanan dari Nambo
KAI menargetkan kapasitas angkutan KRL Jabodetabek dapat mencapai 2 juta penumpang per hari. Selain Green Line, peningkatan kapasitas juga dilakukan pada Bogor Line.
Lalu, KAI menyiapkan rekayasa perjalanan dengan mengakhiri perjalanan Nambo Line di Citayam.
Kebijakan tersebut diproyeksikan membuka tambahan 22 slot perjalanan menuju Bogor. Dengan penambahan itu, kapasitas Bogor Line ditargetkan meningkat lebih dari 30 persen.
“Begitu juga dengan rekayasa di jalur Bogor, dimana nanti Nambo Line itu akan kita terminasi dia di Citayam, sehingga itu akan menambah 22 slot yang ke arah Bogor, sehingga ini juga meningkatkan lebih dari 30 persen kapasitas Bogor Line pada saat ini,” ujar Bobby. (knu)