MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyoroti semakin banyaknya pasien usia muda yang mengakses layanan cuci darah di rumah sakit. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta Safitri Handayana mengatakan, Jumat (25/9), pasien yang menjalani cuci darah tidak hanya berasal dari kelompok lanjut usia. Berdasarkan layanan cuci darah di rumah sakit, pasien berusia 20 tahun juga sudah banyak yang menjalani prosedur tersebut.
Saat ini kita bisa melihat range daripada usia yang mengakses layanan cuci darah itu bukan semakin tua, tetapi semakin muda. Kita bisa melihat di rumah sakit itu usia 20 tahun itu sudah banyak yang melakukan cuci darah,
Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta, Safitri Handayana.
Dinkes Ingatkan Jangan Sembarangan Konsumsi Obat
Safitri mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah DKI Jakarta. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi maupun membeli obat.
Menurutnya, masyarakat perlu berhati-hati dalam menggunakan obat agar tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan.
"Jangan mengakses atau membeli obat sembarangan," tuturnya.
Baca juga:
Kebiasaan Self-Diagnose Jadi Perhatian
Selain penggunaan obat secara sembarangan, Safitri menyoroti kebiasaan masyarakat melakukan self-diagnose atau mendiagnosis kondisi kesehatan sendiri, kemudian membeli obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Ia menilai kebiasaan tersebut perlu diwaspadai karena penggunaan obat yang tidak tepat dapat berdampak pada kesehatan.
Menurut Safitri, masyarakat masih relatif mudah mendapatkan obat untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan tanpa terlebih dahulu memeriksakan kondisi mereka ke fasilitas kesehatan.
"Masyarakat kita itu adalah yang paling gampang mengakses pembelian obat dari tingkat yang paling kecil. Kalau kita bisa melihat pusing sedikit tinggal beli obat di warung asal meredakan, dan diare sedikit ibunya langsung beli obat sendiri, mengobati sendiri tanpa harus datang ke faskes," tutupnya. (Asp)