Merahputih.com - Nasib konser Andrea Bocelli Jakarta yang belakangan ini memicu polemik akhirnya menemui titik terang setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan kebijakannya akan searah dengan keputusan pemerintah pusat.
Pemprov DKI memilih langkah hati-hati karena rupanya pihak promotor telah lebih dulu mengantongi izin dari berbagai kementerian dan instansi terkait.
Baca juga:
Pramono Buka Suara soal Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Begini Responsnya
Menjawab riuhnya polemik Andrea Bocelli di media sosial, Pramono menekankan bahwa gelaran musik ini sebenarnya terbagi menjadi dua titik utama, yakni di kawasan Candi Borobudur dan di Jakarta.
Pramono membeberkan bahwa sebelum konser Andrea Bocelli 2026 ini ramai diperbincangkan publik, pihak penyelenggara sudah membereskan birokrasi lintas sektoral.
Mulai dapat dari lampu hijau Kementerian Pariwisata, Kepolisian, Ditjen Kebudayaan, Imigrasi, hingga restu dari pihak pengelola venue sudah berada di tangan promotor.
Bukan Wewenang Sepihak, Pemprov Pilih Ikut Pusat

Selama ini, publik mungkin bertanya-tanya mengapa Pramono terkesan irit bicara menanggapi isu hangat tersebut.
Alih-alih menghindar, Pramono urusan perizinan untuk acara berskala internasional dengan muatan lintas kementerian memang sudah ditangani oleh instansi yang lebih berwenang.
Saya sendiri terus terang kalau Saudara-saudara perhatikan, saya hampir enggak pernah memberikan statement tentang konser ini, sama sekali enggak pernah,
Pramono Anung.
Mengingat perbincangan ini sudah kadung membesar di ruang publik, ia menegaskan posisinya. Pramono menjamin bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau dan secara otomatis mengikuti apa pun arahan serta keputusan akhir yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
“Dan ketika sudah mulai muncul di ruang publik, tentunya Pemerintah DKI Jakarta mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat,” tuturnya.
Bawa Misi Perdamaian dan Bantuan Ribuan Sepatu untuk Palestina
Di luar pusaran birokrasi, tur dunia bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour ini dipastikan bakal tetap menyapa para penikmat musik klasik di Tanah Air.
Promotor Shoemaker Live mengonfirmasi bahwa sang maestro tenor asal Italia tersebut akan unjuk gigi di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026, lalu dilanjutkan dengan pertunjukan puncak di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Menepis anggapan miring yang sempat beredar, pihak penyelenggara memastikan bahwa kedatangan penyanyi legendaris ini bukan sekadar untuk menggelar hiburan komersial semata.
"Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya," jelas Prajna Murdaya selaku Founder Shoemaker Live.
Baca juga:
Gubernur Pramono Pastikan tak Ada Pemotongan Anggaran SDA untuk Menanggulangi Banjir
Lebih dari sekadar bernyanyi, Andrea Bocelli kabarnya sudah meracik satu lagu khusus yang akan didedikasikan sepenuhnya untuk perdamaian dunia. Tak berhenti di situ, semangat kemanusiaan ini juga diwujudkan lewat aksi nyata.
Promotor menginisiasi penggalangan dana dan berencana menyalurkan donasi berupa 100.000 pasang sepatu khusus untuk anak-anak di Palestina, serta wilayah lain di berbagai belahan dunia yang masih berjuang di tengah konflik dan peperangan.