BPKP Beri Predikat Baik, Sarana Jaya Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Soffi AmiraSoffi Amira - 1 jam lalu
BPKP Beri Predikat Baik, Sarana Jaya Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Sarana Jaya raih predikat baik dari BPKP. Foto: Dok. Sarana Jaya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui sinergi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan akuntabilitas, efektivitas pengawasan, serta memastikan pengelolaan perusahaan berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah evaluasi dan penugasan bersama BPKP, di antaranya Assessment GCG, evaluasi kinerja perusahaan, serta audit investigatif.

Baca juga:

PAM Jaya Masuk Daftar Pembayar Pajak Terbesar, ini Kontribusinya bagi Negara

Ketiga instrumen tersebut berperan dalam memberikan penilaian independen, meningkatkan kualitas pengendalian internal, dan mendukung pengambilan keputusan perusahaan yang transparan serta bertanggung jawab.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pelaksanaan Assessment GCG Tahun Buku 2025 yang telah memasuki tahap Exit Meeting pada Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan hasil penilaian BPKP, Sarana Jaya berhasil meraih predikat Baik. Capaian ini menjadi hasil positif dalam penerapan prinsip tata kelola perusahaan.

Sinergi dengan BPKP Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, mengatakan keterlibatan BPKP menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk memastikan penerapan tata kelola berjalan konsisten dan terus mengalami peningkatan kualitas.

Bagi kami, sinergi bersama BPKP merupakan langkah penting dalam memastikan Sarana Jaya terus berkembang sebagai perusahaan yang profesional dan akuntabel. Melalui assessment GCG, evaluasi kinerja, maupun audit investigatif, kami memperoleh perspektif independen yang menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan dan pengambilan keputusan bisnis.

ujar Bernard

Ia menegaskan, penguatan tata kelola tidak hanya berorientasi pada pemenuhan ketentuan dan standar penilaian, tetapi juga harus tercermin dalam efektivitas pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan, pengawasan internal, dan pengelolaan risiko. Setiap proses evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi penerapan tata kelola, sehingga seluruh aktivitas bisnis perusahaan dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," tambah Bernard.

Baca juga:

Sarana Jaya Percepat Legalitas Hunian, Puluhan Penghuni Menara Samawa Terima Sertifikat

Selain melalui Assessment GCG, evaluasi kinerja bersama BPKP juga menjadi bagian dari upaya Sarana Jaya untuk memperoleh penilaian objektif terhadap efektivitas pengelolaan dan pencapaian kinerja perusahaan.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan masukan strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas pelaksanaan kegiatan usaha.

Sementara itu, audit investigatif menjadi salah satu instrumen pengawasan independen untuk mendukung pendalaman terhadap hal-hal tertentu sesuai ruang lingkup penugasan dan ketentuan yang berlaku.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Sarana Jaya dalam menjunjung tinggi integritas, kepatuhan, dan akuntabilitas di setiap proses pengelolaan perusahaan.

Dewan Pengawas Dukung Penguatan Pengawasan

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Nurfitria Farhana, mengapresiasi langkah manajemen dalam membangun sinergi dengan BPKP.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan efektivitas pengawasan perusahaan.

Dewan Pengawas mendukung penuh langkah Direksi dalam membangun sinergi bersama BPKP. Kami memandang keterlibatan lembaga pengawasan independen menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tata kelola, meningkatkan efektivitas pengendalian internal, serta memastikan setiap kebijakan dan keputusan perusahaan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

ujar Nurfitria

Menurutnya, penguatan tata kelola membutuhkan komitmen yang selaras antara Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh jajaran perusahaan. Dengan demikian, prinsip GCG dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional.

"Penguatan tata kelola merupakan tanggung jawab bersama. Dewan Pengawas akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara optimal serta mendorong agar hasil evaluasi dan rekomendasi yang diberikan dapat menjadi dasar peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan," tambah Nurfitria.

Baca juga:

Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM

Sarana Jaya Perkuat Komitmen sebagai BUMD DKI Jakarta

Sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Sarana Jaya memandang tata kelola yang baik sebagai fondasi penting untuk menjaga kesehatan perusahaan, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta memastikan pengelolaan aset dan kegiatan usaha berlangsung secara profesional dan bertanggung jawab.

Melalui sinergi dengan BPKP, baik dalam pelaksanaan Assessment GCG, evaluasi kinerja, maupun audit investigatif, Sarana Jaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar pengelolaan dan pengawasan perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya perusahaan yang semakin sehat, berintegritas, dan berdaya saing. Selain itu, upaya ini juga diharapkan memastikan kontribusi Sarana Jaya terhadap pembangunan Jakarta dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)

#Perumda Sarana Jaya #BUMD #Pemprov DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BPKP Beri Predikat Baik, Sarana Jaya Perkuat Tata Kelola Perusahaan
Sarana Jaya mendapat predikat baik dari BPKP. Kini, hasil tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip tata kelola perusahaan.
Soffi Amira - 1 jam lalu
BPKP Beri Predikat Baik, Sarana Jaya Perkuat Tata Kelola Perusahaan
Indonesia
KJMU Tahap II 2026 Terlambat Cair, Pramono Ungkap Penyebab dan Targetkan Rampung 6 November
Pramono Anung meminta maaf atas keterlambatan pencairan KJMU Tahap II 2026. Pemprov DKI menargetkan bantuan pendidikan rampung paling lambat 6 November.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
KJMU Tahap II 2026 Terlambat Cair, Pramono Ungkap Penyebab dan Targetkan Rampung 6 November
Indonesia
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Penasaran dengan nasib konser Andrea Bocelli di Jakarta yang sempat memicu penolakan? Gubernur Pramono Anung akhirnya buka suara soal polemik perizinan. Cek faktanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Indonesia
Pramono Buka Suara soal Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Begini Responsnya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal konser Andrea Bocelli yang menuai penolakan.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Pramono Buka Suara soal Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Begini Responsnya
Indonesia
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
PAM Jaya berkontribusi terhadap melambatnya permukaan tanah di Jakarta. Air perpipaan disebut berperan penting.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Indonesia
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Gubernur Pramono Anung menargetkan rapelan selisih gaji PJLP DKI Jakarta mulai dibayarkan awal November 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Indonesia
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Pemprov DKI menyiapkan Pasar Baru sebagai pusat wisata kuliner 24 jam ala Myeongdong setelah MRT Fase 2A rampung. Glodok dan Kota Tua juga dikembangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Indonesia
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Pemprov DKI Jakarta menata TPU Menteng Atas dengan merelokasi warga, membuka opsi makam tumpang, dan memfinalisasi lokasi pemakaman baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Indonesia
Tembus Rp 625 Miliar dalam Dua Hari, Ini Dampak Konser Kanye West dan JRF bagi Jakarta
Pramono Anung menyebut Jakarta Running Festival menyumbang Rp 175 miliar dan konser Kanye West Rp 450 miliar, dengan total dampak ekonomi Rp 625 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Tembus Rp 625 Miliar dalam Dua Hari, Ini Dampak Konser Kanye West dan JRF bagi Jakarta
Bagikan