MerahPutih.com - Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui sinergi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan akuntabilitas, efektivitas pengawasan, serta memastikan pengelolaan perusahaan berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah evaluasi dan penugasan bersama BPKP, di antaranya Assessment GCG, evaluasi kinerja perusahaan, serta audit investigatif.
Baca juga:
PAM Jaya Masuk Daftar Pembayar Pajak Terbesar, ini Kontribusinya bagi Negara
Ketiga instrumen tersebut berperan dalam memberikan penilaian independen, meningkatkan kualitas pengendalian internal, dan mendukung pengambilan keputusan perusahaan yang transparan serta bertanggung jawab.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pelaksanaan Assessment GCG Tahun Buku 2025 yang telah memasuki tahap Exit Meeting pada Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan hasil penilaian BPKP, Sarana Jaya berhasil meraih predikat Baik. Capaian ini menjadi hasil positif dalam penerapan prinsip tata kelola perusahaan.
Sinergi dengan BPKP Perkuat Tata Kelola Perusahaan
Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, mengatakan keterlibatan BPKP menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk memastikan penerapan tata kelola berjalan konsisten dan terus mengalami peningkatan kualitas.
Bagi kami, sinergi bersama BPKP merupakan langkah penting dalam memastikan Sarana Jaya terus berkembang sebagai perusahaan yang profesional dan akuntabel. Melalui assessment GCG, evaluasi kinerja, maupun audit investigatif, kami memperoleh perspektif independen yang menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan dan pengambilan keputusan bisnis.
ujar Bernard
Ia menegaskan, penguatan tata kelola tidak hanya berorientasi pada pemenuhan ketentuan dan standar penilaian, tetapi juga harus tercermin dalam efektivitas pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan, pengawasan internal, dan pengelolaan risiko. Setiap proses evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi penerapan tata kelola, sehingga seluruh aktivitas bisnis perusahaan dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," tambah Bernard.
Baca juga:
Sarana Jaya Percepat Legalitas Hunian, Puluhan Penghuni Menara Samawa Terima Sertifikat
Selain melalui Assessment GCG, evaluasi kinerja bersama BPKP juga menjadi bagian dari upaya Sarana Jaya untuk memperoleh penilaian objektif terhadap efektivitas pengelolaan dan pencapaian kinerja perusahaan.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan masukan strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas pelaksanaan kegiatan usaha.
Sementara itu, audit investigatif menjadi salah satu instrumen pengawasan independen untuk mendukung pendalaman terhadap hal-hal tertentu sesuai ruang lingkup penugasan dan ketentuan yang berlaku.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Sarana Jaya dalam menjunjung tinggi integritas, kepatuhan, dan akuntabilitas di setiap proses pengelolaan perusahaan.
Dewan Pengawas Dukung Penguatan Pengawasan
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Nurfitria Farhana, mengapresiasi langkah manajemen dalam membangun sinergi dengan BPKP.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan efektivitas pengawasan perusahaan.
Dewan Pengawas mendukung penuh langkah Direksi dalam membangun sinergi bersama BPKP. Kami memandang keterlibatan lembaga pengawasan independen menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tata kelola, meningkatkan efektivitas pengendalian internal, serta memastikan setiap kebijakan dan keputusan perusahaan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.
ujar Nurfitria
Menurutnya, penguatan tata kelola membutuhkan komitmen yang selaras antara Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh jajaran perusahaan. Dengan demikian, prinsip GCG dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional.
"Penguatan tata kelola merupakan tanggung jawab bersama. Dewan Pengawas akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara optimal serta mendorong agar hasil evaluasi dan rekomendasi yang diberikan dapat menjadi dasar peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan," tambah Nurfitria.
Baca juga:
Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM
Sarana Jaya Perkuat Komitmen sebagai BUMD DKI Jakarta
Sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Sarana Jaya memandang tata kelola yang baik sebagai fondasi penting untuk menjaga kesehatan perusahaan, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta memastikan pengelolaan aset dan kegiatan usaha berlangsung secara profesional dan bertanggung jawab.
Melalui sinergi dengan BPKP, baik dalam pelaksanaan Assessment GCG, evaluasi kinerja, maupun audit investigatif, Sarana Jaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar pengelolaan dan pengawasan perusahaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya perusahaan yang semakin sehat, berintegritas, dan berdaya saing. Selain itu, upaya ini juga diharapkan memastikan kontribusi Sarana Jaya terhadap pembangunan Jakarta dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)