Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 1 jam, 26 menit lalu
Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering

El Nino Godzilla mengancam Indonesia. (foto: unsplash/redccharlie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan resmi puncak musim kemarau di Indonesia. Diprakirakan, puncak musim kemarau akan bergulir pada Juli hingga September 2026.

Kondisi alam kali ini memerlukan kewaspadaan ekstra menyusul hadirnya potensi El Nino. Fenomena alam ini diprediksi bertahan hingga awal tahun 2027 dengan intensitas kategori moderat mencapai 98 persen serta kategori kuat sebesar 62 persen.

BMKG memprediksi fenomena El Nino akan terus bertahan hingga awal tahun 2027, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode Musim Kemarau hingga pertengahan bulan Oktober,

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan. Peta Sebaran Wilayah Terdampak

Ancaman kekeringan ekstrem bergerak secara bertahap menguasai wilayah daratan Indonesia dari bulan ke bulan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, merinci pembagian wilayah terdampak berdasarkan Zona Musim (ZOM):

  • Puncak Bulan Juli (Luas Daratan 12,26 Persen / 83 ZOM): Meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan, sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, serta Papua bagian timur.

  • Puncak Bulan Agustus (Luas Daratan 48,84 Persen / 369 ZOM): Meliputi Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, Maluku Utara, hingga sebagian besar Pulau Papua.

  • Puncak Bulan September (Luas Daratan 25,41 Persen / 169 ZOM): Meliputi Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah.

Strategi Penyelamatan Multisektor

Menyikapi ancaman musim kering lebih panjang dibanding rata-rata normal, BMKG mengeluarkan rekomendasi strategis demi menjaga stabilitas nasional. Sektor pangan mendapat imbauan melakukan penyesuaian jadwal tanam serta memilih varietas tanaman tahan kekeringan berumur pendek. Sektor sumber daya air wajib merevitalisasi waduk sekaligus memperbaiki jaringan distribusi air bersih.

Sektor energi harus memastikan kapasitas air bendungan demi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sementara itu, pemerintah daerah memikul tanggung jawab menyiapkan mekanisme respons cepat guna mengantisipasi penurunan kualitas udara penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) siap digelar secara situasional.

“Pelaksanaan OMC dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan dinamika atmosfer dalam skala jam hingga 10 hari,” tegas Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, mengakhiri penjelasan mengenai langkah taktis penanggulangan bencana iklim.

#BMKG #Kemarau #Musim Kemarau #Panas Ekstrem #Cuaca Ekstrem
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering
Kondisi alam kali ini memerlukan kewaspadaan ekstra menyusul hadirnya potensi El Nino
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 26 menit lalu
Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering
Indonesia
Prakiraan Cuaca 12-15 Juni: Hujan Sangat Lebat Hingga Angin Kencang Landa Belasan Provinsi di Indonesia
Aliran massa udara kering dari Benua Kanguru melalui Monsun Australia menjadi pemicu utama berkurangnya kelembapan udara serta terbatasnya pembentukan awan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 12-15 Juni: Hujan Sangat Lebat Hingga Angin Kencang Landa Belasan Provinsi di Indonesia
Indonesia
Suhu Jakarta Makin Gerah dan Sumuk, Ini Dia Biang Keroknya!
Fenomena kulminasi matahari dan El Nino memperpanjang musim kemarau serta menurunkan kualitas udara di Jakarta
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Suhu Jakarta Makin Gerah dan Sumuk, Ini Dia Biang Keroknya!
Olahraga
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Hampir sebagian besar ilayah Sumatera Utara diguyur hujan sejak siang hingga sore.
Frengky Aruan - Rabu, 10 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026
Indonesia
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Gempa susulan masih mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. BMKG mencatat ada 15 kali gempa susulan sejak Senin (8/6).
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
Gempa Susulan Terus Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Indonesia
Prakiraan Cuaca 8-11 Juni: Angin Kencang Bakal Hantam Belasan Provinsi di Indonesia
Menyikapi potensi ancaman hidrometeorologi, lembaga pemantau cuaca ini meminta masyarakat memperketat proteksi diri
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 8-11 Juni: Angin Kencang Bakal Hantam Belasan Provinsi di Indonesia
Indonesia
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan
Meskipun bersumber dari zona non-megathrust, kekuatan guncangan raksasa tersebut tetap menyebabkan deformasi batuan bawah laut secara signifikan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan
Indonesia
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami pertama pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, Senin (8/6) pagi, telah tiba.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Indonesia
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Gempa 7,7 SR mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6) memicu peringatan tsunami. BMKG menyebut gempa akibat subduksi lempeng dengan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Bagikan