Pertanda Kamu Terlalu Keras Terhadap Diri Sendiri

Sabtu, 03 Juli 2021 - Ikhsan Aryo Digdo

KRITIK sekaligus pujian terkuat bukanlah berasal dari orang lain, melainkan diri sendiri. Memang benar setiap orang harus sering introspeksi diri agar bisa meningkatkan kualitas hidup. Namun, melakukan sebuah kesalahan bukan berarti kiamat kok. Kamu tidak perlu menekan diri sendiri untuk terus menerus berusaha menjadi sempurna.

Melansir dari aconsciousrethink, perasaan khawatir tidak melakukan segala sesuatu dengan maksimal memang wajar. Apalagi hidup adalah ajang kompetisi untuk saling adu kebolehan masing-masing. Sayangnya jika terlalu keras kepada diri sendiri tanpa memprioritaskan kebahagiaan pribadi, hidupmu pada akhirnya akan hancur berantakan termakan luka batin. Apa saja pertanda kamu terlalu menekan diri sendiri?

Baca juga:

Pentingnya Tetap Memiliki Harapan Meskipun Sudah Terpuruk

1. Selalu merasa kurang

Tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dicapai. (Foto: Pixabay/Pexels)

Sudah menjadi juara kelas atau meraih karier cemerlang tak lantas membuatmu merasa puas. Setelah berhasil meraih goals tertentu, kamu malah merasa kurang berusaha maksimal. Padahal orang-orang sudah memuji dan menjadikanmu role model. Menjadi yang terbaik di antara orang-orang sekitar tanpa memikirkan kebahagiaan sendiri juga tidak baik untuk kesehatan mental. Hati-hati! Terlalu keras kepada diri sendiri bisa menimbulkan depresi.

2. Sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Kerap merasa orang lain jauh lebih hebat. (Foto: Pixabay/geralt)

Self love alias ngebucin sama diri sendiri memang sangat penting. Salah satu pertanda jika kamu terlalu keras terhadap diri sendiri adalah sering membandingkan dirimu dengan orang lain. Akibatnya kamu pun tidak percaya diri dalam menonjolkan bakat dan potensi. Kamu selalu merasa kurang baik jika dibandingkan dengan orang lain. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, jadi jangan terlalu memaksakan diri ya.

Baca juga:

Dampak Mengerikan dari Depresi yang Jarang Diketahui

3. Terlalu khawatir

Terlalu overthinking. (Foto: Pixabay/RobinHiggins)

Selalu merasa kurang akan membuatmu khawatir terhadap segala hal. Ketika sedang mengerjakan sebuah proyek, meskipun tidak ada yang memberikan kritik pedas, kamu tetap merasa takut jika ada yang diam-diam membicarakanmu di belakang. Keluar rumah pun harus selalu serba all out dari ujung kepala sampai ujung kaki hanya karena kamu ingin dianggap berpenampilan sempurna.

4. Selalu merasa lelah

Merasa kehilangan banyak energi. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Baru membuka mata di pagi hari bukannya bersyukur malah insecure. Belum apa-apa sudah merasa lelah untuk memulai hari. Salah satu indikasi kamu terlalu keras terhadap diri sendiri adalah merasa lelah sepanjang waktu bahkan ketika belum memulai aktivitas. Yuk mulai berubah dan lebih memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri. (mar)

Baca juga:

Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan