Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 10 Juni 2020
Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Stres, depresi dan gangguan ada perbedaannya. (Foto: Pexels/Inzmam Khan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STRES, depresi, dan gangguan kecemasan adalah tiga hal yang berbeda. Hampir setiap orang pernah mengalami kondisi tersebut, entah karena pekerjaan, lingkungan, keluarga, dan masih banyak lagi. Rasa takut, waswas, dan kecemasan akibat stres ini bisa membuat seseorang sengsara dan terasa seperti tidak ada habisnya.

Stres berat yang makin menjadi akan menyebabkan gangguan kronis, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan kronis akan merusak hidup seseorang. Lantas, apa perbedaan stres, depresi, dan gangguan kecemasan?


Baca Juga:

Makanan Penangkal Stres


Apa itu stres?

sehat
Depresi merupakan bagian dari insting primitif manusia. (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Melansir laman Hellosehat, stres adalah bentuk reaksi pertahanan diri ketika seseorang berada dalam situasi yang penuh tekanan. Meski tidak disukai, stres sebenarnya merupakan bagian dari instring primitif manusia untuk menjaga kita tetap aman dan hidup. Kadang-kadang, stres dapat memberikan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya bisa merespon sumber tekanan secara efektif.

Lebih seringnya, stres juga membuat pikiran seseorang dibanjiri oleh tiga hormon, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin yang memicu reaksi fight or flight dalam tubuh. Ketiga hormon ini dapat membuat tubuhmu gelisah, cemas, dan merasa kalut. Ini sebabnya banyak orang yang sulit berpikir jernih saat dihantui stres. Disarankan agar kamu tidak memutuskan sesuatu ketika sedang stres.


Baca Juga:

Ada Manfaatnya, Stres Boleh-Boleh Saja Kok


Apa itu Depresi?

sehat
Depresi tidak bisa disamakan dengan perasaan sedih. (Foto: Pixabay/Anemone123)

Depresi adalah penyakit mental yang ditandai dengan memburuknya suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi tidak bisa disamakan dengan perasaan sedih atau berduka, yang biasanya akan membaik seiring waktu.

Baik depresi dan stres, dapat memengaruhi pikiran seseorang dengan cara yang sama. Namun, gejala yang dialami depresi jauh lebih intens serta berlangsung selama dua minggu. Diperkirakan bahwa satu dari lima orang di dunia dapat mengalami depresi pada tahap tertentu dalam hidup mereka.

Apa itu gangguan kecemasan?

sehat
Semua orang pasti pernah mengalami gangguan kecemasan. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Apakah kamu familiar dengan kondisi perut mulas, kepala pening, deg-degan, napas terburu-buru, dan keringat dingin saat berada di depan umum? Atau saat menunggu panggilan wawancara? Ya, kondisi tersebut merupakan tanda seseorang sedang stres atau cemas. Gejala ini akan reda jika kamu sudah menyelesaikan tugas. Artinya, tingkat tekanan psikologis yang diterima masih cukup sehat sehingga kamu mampu menangani situasi tersebut dengan cepat.

Hidup dengan gangguan kecemasan membuatmu tetap harus mengalami stres bahkan setelah peristiwa mengancam itu sudah lama dilewati. Gangguan kecemasan bisa dialami setiap hari dengan penampakan gejala yang amat jelas, seperti fobia sosial, serangan panik, dan serangan kecemasan.

Ketiganya merupakan gangguan psikologis yang perlu ditangani secepatnya. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan fisik dalam jangka panjang. Jadi, penting untuk mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin. (and)

Baca Juga:

Tanda Fisik Ini Menunjukkan Kamu Sedang Mengalami Stres Level Tinggi!

#Stres #Stress #Mengatasi Stress #Depresi #Gangguan Psikologis
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Lifestyle
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Dari 80 persen pemicu masalah kesehatan jiwa pekerja berasal dari kondisi kerja itu sendiri, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tidak realistis,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Manajemen Terra Drone Ungkap Kondisi Karyawan yang Selamat, Masih Syok dan Terguncang
Manajemen Terra Drone mengungkap kondisi karyawan yang selamat. Karyawan tersebut masih syok dan terguncang akibat tragedi menegangkan itu.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
Manajemen Terra Drone Ungkap Kondisi Karyawan yang Selamat, Masih Syok dan Terguncang
Olahraga
Trauma usai Kalah dari Chelsea, Ronald Araujo Minta Izin ke Barcelona untuk Pulihkan Mental
Ronald Araujo trauma usai kalah dari Chelsea. Ia meminta waktu untuk memulihkan mentalnya ke Barcelona.
Soffi Amira - Selasa, 02 Desember 2025
Trauma usai Kalah dari Chelsea, Ronald Araujo Minta Izin ke Barcelona untuk Pulihkan Mental
Indonesia
Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta, Biro SDM Polda Metro Jaya Beri Trauma Healing ke Korban
Biro SDM Polda Metro Jaya memberikan trauma healing untuk para korban terdampak ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Soffi Amira - Sabtu, 08 November 2025
Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta, Biro SDM Polda Metro Jaya Beri Trauma Healing ke Korban
Lifestyle
YouTube Kini Punya 'P3K Digital', Solusi Bagi Remaja yang Depresi Hingga Anxiety
YouTube telah menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi nirlaba
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
YouTube Kini Punya 'P3K Digital', Solusi Bagi Remaja yang Depresi Hingga Anxiety
Indonesia
Kondisi Mental ASN DKI Jakarta Bikin Merinding, DPRD Minta Layanan Psikologis Ada di Tiap Puskesmas
Komisi E akan mengawal hal ini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 Agustus 2025
Kondisi Mental ASN DKI Jakarta Bikin Merinding, DPRD Minta Layanan Psikologis Ada di Tiap Puskesmas
Indonesia
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan depresi yang resistan terhadap pengobatan atau treatment resistant depression atau (TRD).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 Juli 2025
Ingat! Depresi Bukan Aib, Jangan Resistan Terhadap Pengobatan
Lifestyle
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Apabila depresi tidak ditangani dengan baik, dr. Adhi memperingatkan bahwa hal tersebut dapat berujung pada depresi resisten pengobatan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 Juli 2025
Kalau Kamu Rasakan 3 Hal Ini Lebih dari 2 Pekan, Dokter Bilang Itu Depresi Lho!
Bagikan