Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Ilustrasi flu.(Foto: pexel/cdc)
MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mentayakan belum menerima adanya laporan terkait dengan virus Super Flu di Ibu Kota sampai Selasa (6/1). Kendati demikian, Pramono mengatakan pihaknya harus bersiap menghadapi dan mengatasi virus Super Flu jika nantinya masuk ke Jakarta.
"Memang sampai hari ini dari laporan yang ada di Jakarta belum ada, toh kalau ada pun kita juga harus bersiap," kata Pramono di Jakarta, Selasa (6/1).
Ia telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ani Ruspitawati untuk melakukan antisipasi agar penyakit tersebut tak menyebar ke Ibu Kota. "Jadi yang pertama ya berkaitan dengan Super Flu, saya secara khusus sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Ani untuk mempersiapkan itu," urainya.
Eks Anggota DPR empat periode ini mengaku Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini. Dengan komunikasi ini, Pramono mengklaim Jakarta mempunyai bekal untuk mengatasinya. "Dengan demikian, Jakarta untuk mengantisipasi itu sudah kami lakukan, karena memang secara khusus saya sudah memanggil Dinas Kesehatan untuk hal yang berkaitan dengan Super Flu itu," tutupnya.
Baca juga:
Berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), virus Super Flu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025 dan terdeteksi di delapan provinsi dengan total 62 kasus.
Seiring dengan perkembangan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI telah menginformasikan kepada sejumlah fasilitas kesehatan di Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Super Flu.
Langkah itu mencakup pengenalan gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif, terutama untuk kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia. Upaya pencegahan yang ditekankan antara lain sering mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker jika sedang sakit, menerapkan etika batuk, menghindari menyentuh wajah, menjaga asupan nutrisi seimbang, minum air minimal 2 liter per hari, istirahat cukup, dan berolahraga teratur.
Selain itu, segera kunjungi fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut, mewaspadai tanda pneumonia dan pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta saturasi oksigen di bawah 92 persen.(Asp)
Baca juga:
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Bongkar Monorel Mangkrak di Rasuna Said, Pemprov DKI Siapkan Anggaran Rp 100 Miliar
Pimpinan DPRD DKI Minta Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dilakukan Malam Hari
Wagub Rano Pastikan Pemulihan Siswa Korban Tertabrak Mobil MBG di SDN Kalibaru 01
Gubernur Pramono Klaim Jakarta Masih Aman dari Super Flu, DPRD DKI Ingatkan Risiko
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Musim Hujan, Wagub Rano Ingatkan Anak Buahnya Tingkatkan Kewaspadaan terhadap DBD
DPR Soroti Ancaman Superflu, Pemerintah Diminta Bertindak Tanpa Tunggu Lonjakan Kasus
Superflu Mulai Terdeteksi, Dinkes DKI Minta Kenakan Masker Jika Sakit
Sisa Sampah Tahun Baru di Pulau Seribu Capai 2,9 Ton