Gubernur Pramono Klaim Jakarta Masih Aman dari Super Flu, DPRD DKI Ingatkan Risiko
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku hingga Selasa (6/1) belum menerima laporan resmi terkait temuan kasus virus Super Flu di Ibu Kota. Meski demikian, DPRD DKI Jakarta mengingatkan agar kewaspadaan tetap ditingkatkan, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Elva Farhi Qolbina, menilai sikap waspada menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman virus tersebut.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi virus Super Flu ini. Bukan hanya Pemprov DKI saja, tetapi masyarakat pada umumnya juga harus berhati-hati,” kata Elva di Jakarta, Selasa (6/1).
Elva menekankan pentingnya kesiapan sistem kesehatan dan peran tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat Jakarta dari ancaman Super Flu.
“Kami berharap Dinas Kesehatan beserta fasilitas-fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, RSUD, beserta nakes-nakes di Jakarta bisa menanganinya dengan baik,” ujarnya.
Baca juga:
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Ia menjelaskan, pemantauan ketat terhadap jumlah kunjungan pasien dan jenis keluhan menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi penyebaran penyakit sejak dini.
“Salah satunya, para nakes harus bisa memantau jumlah kunjungan dan jenis keluhan yang datang. Dari situ bisa ditentukan mana pasien yang perlu rawat inap dan mana yang cukup rawat jalan. Ini penting untuk mengurangi persebaran penyakit di tengah masyarakat,” sambung Elva.
Selain kesiapan layanan kesehatan, Elva juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan Super Flu. Ia menyebut peran struktur sosial di tingkat akar rumput seperti RT/RW dan Dasawisma (Dawis) sangat strategis.
“Pemprov DKI harus mendorong kerja sama lintas sektor. Sosialisasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga menggandeng RT/RW, Dawis, dan sekolah-sekolah yang lebih dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.
Baca juga:
DPR Soroti Ancaman Superflu, Pemerintah Diminta Bertindak Tanpa Tunggu Lonjakan Kasus
Tak kalah penting, Elva meminta agar Pemprov DKI memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam kebijakan perlindungan kesehatan.
“Dalam sosialisasi dan penanganan Super Flu ini, kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, perempuan, serta anak-anak harus mendapat perhatian khusus,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar kebijakan yang dibuat tidak justru meninggalkan kelompok-kelompok tersebut.
“Jangan sampai kebijakan untuk melindungi masyarakat dari penyakit ini malah meninggalkan kelompok rentan,” tutup Elva. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Pemprov DKI Siap Sulap Tiang Monorel di Rasuna Said Jadi Trotoar Estetik, Dikerjakan Mulai Pekan Depan
Jelang Pembongkaran Monorel, Satpol PP Tertibkan PKL di HR Rasuna Said
Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said, Target Satu Tiang per Hari
Pimpinan DPRD DKI Minta Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dilakukan Malam Hari
Pemprov DKI Rampungkan Taman Bendera Pusaka, Peresmian Ditargetkan Februari 2026
Gubernur Pramono Klaim Jakarta Masih Aman dari Super Flu, DPRD DKI Ingatkan Risiko
Pemprov DKI Klaim Modifikasi Cuaca Berhasil Redam Hujan Ekstrem Malam Pergantian Tahun 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Presiden Prabowo Ungkap Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono: kalau sudah Jadi Gubernur enggak Ada Urusan Kepartaian