Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Legislator Minta Gubernur Pramono Tegas Cabut Bansos Keluarga Pelaku Tawuran, Ring Tinju saja tak Cukup

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Legislator Minta Gubernur Pramono Tegas Cabut Bansos Keluarga Pelaku Tawuran, Ring Tinju saja tak Cukup

ilustrasi tawuran warga (AntaraNews/Diasty Surjanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - LANGKAH Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadirkan ring tinju untuk mengatasi tawuran tidaklah terlalu efektif. Menurut Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Justin Adrian Untayana, ring tinju seperti yang disediakan di bawah Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim), dan fasilitas-fasilitas olahraga lainnya tidak cukup untuk mengatasi tawuran.

"Fasilitas ring tinju dan olahraga hanya merupakan salah satu dari sekian banyak rangkaian hal yang harus dilakukan dalam rangka menurunkan angka tawuran secara signifikan," tegasnya, Jumat (17/7).

Ia berpendapat tawuran tidak sepenuhnya hanya melibatkan anak-anak yang bernyali satu lawan satu, tapi nyali ramai-ramai dan mental lempar-kabur

"Bacok-kabur atau siram air keras lalu kabur oleh banyak orang," sambungnya.

Baca juga:

Gubernur Pramono Sebut Arena Ring Tinju di Pasar Rebo Bikin Tawuran Turun Drastis



Ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI harus mengambil langkah yang lebih tegas lagi, seperti mencabut bantuan sosial (bansos) terhadap keluarga-keluarga yang anggotanya terlibat tawuran.

"Terlalu polos bilamana Pak Gubernur berpikir hanya dengan membangun fasilitas olahraga saja, serta-merta tawuran akan menurun secara signifikan. Bagaimanapun juga, tindakan tegas dan konsekuensi berat seperti pencabutan bansos sekeluarga pelaku tawuran akan menjadi pilar utama membangun perilaku yang tertib," ujarnya.

Pendekatan kebijakan pencabutan bansos itu dinilai penting dan efektif karena mendorong keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mengendalikan perilaku para anggota. "Karena bukan hanya pelaku yang terancam sanksi, tapi juga keluarganya sebagai ‘institusi’ terdekat. Pemprov DKI tidak punya kemampuan untuk mengontrol setiap pelaku tawuran, tapi keluarganya lebih memungkinkan untuk mengawasi itu secara langsung," lanjut Justin.

Ia melihat masyarakat sudah muak dengan penanganan tawuran selama ini yang hanya berakhir dengan kesepakatan damai antara pemerintah dan pihak-pihak terkait.

"Selama ini anak-anak pelaku tawuran yang tertangkap hanya menyuguhkan ‘drama’ tangis dengan orangtua dan keluarga serta kertas pernyataan bermeterai yang tidak memiliki konsekuensi berarti. Tidak ada negara yang tertib dengan fasilitas olahraga saja. Namun, banyak negara bisa tertib karena konsekuensi hukumnya jelas dan ditegakkan," tutupnya.(Asp)










Baca juga:

Disdik DKI Cabut KJP 60 Siswa karena Terlibat Tawuran, Tetap Dipastikan Tak Putus Sekolah

#Tawuran #DKI Jakarta #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Legislator Minta Gubernur Pramono Tegas Cabut Bansos Keluarga Pelaku Tawuran, Ring Tinju saja tak Cukup
Pemerintah Provinsi DKI harus mengambil langkah yang lebih tegas lagi, seperti mencabut bantuan sosial (bansos) terhadap keluarga yang anggotanya terlibat tawuran.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Legislator Minta Gubernur Pramono Tegas Cabut Bansos Keluarga Pelaku Tawuran, Ring Tinju saja tak Cukup
Indonesia
Perbaikan JPO Kapten Tendean, Pemprov DKI Rapat Pekan Depan
Perbaikan tak mungkin memakai biaya APBD 2026 yang sidah berjalan.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Perbaikan JPO Kapten Tendean, Pemprov DKI Rapat Pekan Depan
Indonesia
Dishub DKI Angkut Puluhan Motor Parkir di Trotoar Jalan Prof DR Satrio
Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Dishub DKI Angkut Puluhan Motor Parkir di Trotoar Jalan Prof DR Satrio
Indonesia
Pramono Cari Dana CSR Buat Perbaiki JPO Tendean Jakarta Ditabrak Truk
Opsi yang dipertimbangkan ialah menggunakan dana corporate social responsibility (CSR), koefisien lantai bangunan (KLB), hingga APBD Perubahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Pramono Cari Dana CSR Buat Perbaiki JPO Tendean Jakarta Ditabrak Truk
Indonesia
LRT Jakarta Bakal Tembus Dukuh Atas, Pramono Gelontorkan Rp 2,1 Triliun untuk Ubah Wajah Ibu Kota
Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp2,1 triliun untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta dari Manggarai ke Dukuh Atas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
LRT Jakarta Bakal Tembus Dukuh Atas, Pramono Gelontorkan Rp 2,1 Triliun untuk Ubah Wajah Ibu Kota
Indonesia
Pramono Ajak Swasta Join Garap Rute Baru LRT Jakarta ke JIS dan Stasiun Whoosh Halim
Gubernur Jakarta Pramono Anung membuka peluang kerja sama swasta untuk pembangunan rute baru LRT Jakarta ke JIS dan Stasiun Whoosh Halim.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Pramono Ajak Swasta Join Garap Rute Baru LRT Jakarta ke JIS dan Stasiun Whoosh Halim
Indonesia
JPO Kapten Tendean Rusak, Jakarta Good Guide Soroti Kerugian Pengguna Jalan dan Fasilitas Pejalan Kaki yang belum Inklusif
Kondisi sejumlah fasilitas umum bagi pejalan kaki di Jakarta masih perlu mendapat perhatian lebih.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
JPO Kapten Tendean Rusak, Jakarta Good Guide Soroti Kerugian Pengguna Jalan dan Fasilitas Pejalan Kaki yang belum Inklusif
Indonesia
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, August PSI Minta Disdik DKI Perketat Keamanan Sekolah
Meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk meningkatkan kewaspadaannya di seluruh instansi pendidikan dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak keamanan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, August PSI Minta Disdik DKI Perketat Keamanan Sekolah
Indonesia
Transjakarta Antisipasi Kepadatan Lalin Imbas JPO Tertabrak Truk, Rekayasa Pola Operasi Koridor 13
Truk besar yang menabrak JPO di kawasan Jalan Bangka (arah Blok M) tersebut telah memicu kepadatan lalu lintas yang berdampak pada kelancaran arus armada.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Transjakarta Antisipasi Kepadatan Lalin Imbas JPO Tertabrak Truk, Rekayasa Pola Operasi Koridor 13
Indonesia
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas belajar di SDN Srengseng Sawah 15 kembali normal setelah ancaman bom dipastikan tidak terbukti.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Bagikan