MerahPutih.com - Aktivitas belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali berlangsung normal setelah ancaman teror bom yang terjadi pada Senin (13/7) dipastikan tidak terbukti.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan para siswa tetap menjalani kegiatan belajar seperti biasa. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang turun langsung ke lokasi, para murid tidak menunjukkan rasa takut maupun trauma akibat peristiwa tersebut.
"Saya melihat, kemarin juga mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan yang juga turun terjun langsung ke lapangan. Kalau murid-muridnya sih enggak ada. Bahkan murid-muridnya merasa biasa-biasa saja," kata Pramono di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7).
Baca juga:
Usai Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Masuk Sekolah Seperti Biasa
Orang Tua Murid Masih Khawatir
Pramono mengungkapkan, kekhawatiran justru lebih banyak dirasakan oleh para orang tua siswa.
Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memberikan izin kepada para wali murid untuk mengantar anak ke sekolah hingga Rabu, bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kebijakan tersebut diambil agar orang tua merasa lebih tenang saat mengantar anak bersekolah.
Hanya orang tuanya yang ada kekhawatiran. Jadi, kenapa kemudian sampai dengan Rabu, kami izinkan kalau orang tuanya mengantar ke sekolah dan sebagainya, supaya orang tuanya sendiri juga merasa nyaman,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pemeriksaan Pastikan Tidak Ada Bom
Pramono memastikan ancaman bom yang sempat menjadi perhatian di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi tidak terbukti setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh pihak terkait.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan benda maupun kondisi yang mengarah pada adanya ancaman bom.
"Berkaitan dengan ancaman bom di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi. Setelah didalami dan dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata memang tidak ada," kata Pramono.
Meski situasi sekolah telah kembali normal, Pramono meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan. Sementara itu, aparat penegak hukum akan menindaklanjuti pelaku yang diduga mengirim ancaman tersebut.
"Ada orang yang melakukan pengancaman, dan untuk itu, aparat penegak hukum akan menindaklanjuti. Sekarang ini sekolahnya berjalan seperti biasa, tetapi tetap saya minta untuk dilakukan kewaspadaannya," tutur Pramono.
Baca juga:
Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pihak Lain
Polisi Ungkap Awal Mula Ancaman
Sebagai informasi, Kepolisian mengungkap ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 bermula dari pesan WhatsApp yang diterima guru saat upacara hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pesan tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Setelah menerima pesan, pihak sekolah langsung melapor kepada kepolisian.
"Kita dapati memang informasinya betul, ada WA yang masuk ke guru dan TU," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Senin (13/7).
Polisi kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan Tim Gegana dan Densus 88 untuk melakukan penyisiran di lingkungan sekolah.
Dalam pesan WhatsApp tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan bom di 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor kepada polisi.
Polisi menerima laporan dugaan ancaman bom sekitar pukul 07.30 WIB.
"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," demikian isi pesan tersebut. (Asp)

