MerahPutih.com - Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai telah mencapai 95 persen. Jalur sepanjang 6,4 kilometer tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung progres LRT Jakarta Fase 1B di Stasiun Rawamangun, Selasa (14/7). Dalam kunjungannya ia berharap kelak Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikan pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B.
Menurut Pramono, kehadiran Presiden dalam peresmian proyek tersebut penting karena menjadi bagian dari legasi baru yang akan mengubah wajah transportasi di Jakarta.
Sekarang ini progresnya sudah 95 persen dan kita mengharapkan pada bulan Agustus bisa diresmikan oleh Bapak Presiden,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Diharapkan Kurangi Kemacetan Jakarta
Pramono menuturkan, selama ini mobilitas masyarakat dari wilayah Jakarta Utara menuju Jakarta Pusat masih kerap terkendala kemacetan lalu lintas. Kehadiran LRT Jakarta diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan di ruas-ruas utama ibu kota.
Dengan beroperasinya LRT Jakarta Fase 1B, total panjang lintasan dari Pegangsaan Dua hingga Manggarai akan mencapai 12,2 kilometer.
Sebanyak 11 stasiun akan melayani rute tersebut, yakni Pegangsaan Dua, Boulevard Utara Summarecon Mall, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome yang telah beroperasi, serta lima stasiun baru yaitu Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai.
Baca juga:
Jalur Akan Diperpanjang hingga Dukuh Atas
Pramono juga mengungkapkan pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan pembangunan jalur LRT Jakarta hingga Dukuh Atas.
"Dan saya sudah memutuskan untuk langsung dibangun sampai dengan Dukuh Atas, kurang lebih 2 kilometer lagi," ucapnya.
Perpanjangan jalur tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta.
Baca juga:
Target Angkut 80 Ribu Penumpang per Hari
Setelah terhubung hingga Manggarai, LRT Jakarta ditargetkan mampu melayani sekitar 80 ribu penumpang setiap hari. Kapasitas tersebut diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kemacetan, khususnya pada koridor Jakarta Utara menuju pusat kota.
"Jadi itu lah yang kami lakukan dan mudah-mudahan ini akan bermanfaat bagi warga Jakarta yang ingin menggunakan fasilitas publik di Jakarta," pungkasnya. (Asp)

