MerahPutih.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan program normalisasi Kali Ciliwung. Anggaran itu mencakup pembebasan lahan di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama, yang selama ini menjadi titik rawan banjir.
“Anggaran pembebasan lahan tahun ini sebesar Rp 300 miliar,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, saat meninjau kawasan Ciliwung, Jumat (10/7).
Baca juga:
Tanggul Darurat Petogogan Hancur Diterjang Arus, Karung Pasir Tak Kuasa Bendung Luapan Kali Krukut
Target Pembebasan 170 Bangunan Warga
Dalam proses pembebasan lahan, Pemprov menawarkan fasilitas rumah susun (rusun) kepada warga yang terdampak. Rusun Rorotan dan Pulau Gebang disiapkan sebagai lokasi relokasi.
Jika masyarakat bersedia, tentu akan kami fasilitasi,
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI menargetkan pembebasan 170 bangunan yang berdiri di bantaran sungai. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi sungai yang selama ini terhambat keterbatasan lahan.
“Bangunan yang sudah dibebaskan akan segera dibersihkan," imbuh politikus PDIP itu.
Baca juga:
Kendala Tantangan Sosial Ekonomi Warga di Lapangan
Namun, Gubernur mengakui tawaran ke warga untuk pindah ke rusun tidak berjalan mulus. Menurut dia, resistensi warga menjadi tantangan utama dalam pembebasan lahan karena enggan pindah dipicu alasan sosial ekonomi.
“Karena mata pencaharian mereka berada di kawasan ini, sudah terbiasa tinggal di sini, atau memilih tinggal bersama keluarganya,” tandas Gubernur. (Asp)

